AllianzGI: Pasar Global Masih Tangguh, Investor Perlu Lebih Selektif Memilih Aset

14 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Meski belum terlihat indikasi pelemahan ekonomi global yang signifikan dalam jangka pendek, investor dinilai perlu menerapkan strategi investasi yang lebih selektif dan aktif pada paruh kedua 2026.

Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menjelaskan ketidakpastian global masih dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari harga minyak yang bertahan tinggi, inflasi yang masih berada di atas target di sebagian besar negara maju, hingga potensi meningkatnya volatilitas menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

"Setelah sempat terganggu oleh kebijakan tarif AS, kondisi geopolitik di Timur Tengah kini mulai menunjukkan stabilisasi. Namun, sejumlah faktor masih perlu dicermati investor, termasuk harga energi, inflasi, dan dinamika politik di AS yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar," ujar Tim CIO AllianzGI dalam laporan House View Kuartal III 2026 yang dikutip, Jumat (3/7/2026).

Dalam situasi tersebut, AllianzGI menilai pendekatan investasi yang hanya mengandalkan beta pasar tidak lagi cukup untuk menghasilkan imbal hasil yang optimal. Kemampuan investor dalam memilih negara, sektor, dan instrumen investasi dinilai akan menjadi faktor utama yang menentukan kinerja portofolio, disertai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar.

"Bagi investor, yang penting bukan hanya arah pergerakan pasar, tetapi juga berbagai kemungkinan hasil yang dapat terjadi. Risiko inflasi yang tetap tinggi serta prospek suku bunga mendorong perhatian investor ke aset yang menawarkan karakteristik value, income, dan quality," tambah Tim CIO AllianzGI.

Dari sisi kelas aset, AllianzGI menilai saham value memiliki prospek yang menarik, terutama di tengah pasar yang masih didorong perkembangan Artificial Intelligence (AI). Selain memberikan manfaat diversifikasi, segmen tersebut juga dinilai berpotensi mendapat dukungan dari kondisi suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama sekaligus mencerminkan pergeseran fokus investor kembali pada fundamental perusahaan.

"Meskipun kondisi geopolitik masih penuh ketidakpastian, kami tetap berpandangan positif terhadap pasar saham, terutama dari perspektif sistematis dibandingkan fundamental, dengan preferensi pada pasar AS dan negara berkembang dibandingkan Eropa dan Jepang," lanjutnya.

Read Entire Article
Food |