Banyak Muslim Mulai Melupakan Kalender Hijriah, Ini Dampaknya bagi Identitas Umat

10 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Di tengah dominasi kalender Masehi dalam kehidupan sehari-hari, banyak Muslim mulai jarang menggunakan kalender Hijriah di luar kepentingan ibadah. Padahal, kalender Hijriah bukan sekadar sistem penanggalan, melainkan salah satu instrumen yang memperkuat identitas, sejarah, dan persatuan umat Islam.

Penyair dan dramawan Muslim terkenal, Shamsid-Deen menekankan upaya menyelaraskan kehidupan dengan kalender Hijriah merupakan bagian dari upaya menjaga keterhubungan umat Islam dengan sejarah, nilai-nilai agama, serta komunitas Muslim di seluruh dunia.

Menurut dia, Islam sejak awal mengajarkan pentingnya kebersamaan. Berbagai ibadah utama, seperti sholat berjamaah dan ibadah haji, menunjukkan bahwa dimensi kolektif memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam.

Semangat yang sama juga tercermin dalam kalender Hijriah. Melalui penanggalan tersebut, umat Islam di berbagai negara menjalani momen-momen penting secara bersama, mulai Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, hingga Asyura.

"Melalui kalender Islam, umat Islam berbagi kepercayaan, nilai-nilai, pengetahuan, dan waktu tanpa harus berada di tempat yang sama," tulis Shamsid-Deen di laman Aboutislam, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, kalender Hijriah bermula dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Momentum tersebut menjadi titik balik lahirnya masyarakat Islam yang kemudian berkembang menjadi peradaban besar yang melampaui batas negara, budaya, maupun etnis.

Karena itu, kalender Hijriah dinilai memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar penanda pergantian bulan dan tahun. Kalender tersebut menjadi pengingat atas perjalanan sejarah umat sekaligus simbol persatuan kaum Muslim.

Shamsid-Deen juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda Muslim saat ini. Menurut dia, anak-anak dan remaja hidup dalam lingkungan yang dipenuhi berbagai bentuk interaksi global melalui internet dan media sosial. Pengalaman bersama dalam dunia digital mampu membangun rasa memiliki terhadap suatu komunitas.

Dalam konteks tersebut, kalender Hijriah dinilai dapat menghadirkan pengalaman kolektif yang jauh lebih bermakna karena menghubungkan umat Islam di seluruh dunia melalui momentum ibadah dan hari-hari besar yang sama.

Read Entire Article
Food |