DPR Ingatkan Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027

5 hours ago 4

"Kalau hitung-hitungan angka-angka kebutuhan yang harus kita selesaikan kewajiban penyelenggara ibadah haji, rasanya ongkos haji akan naik," ujar Marwan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu.

Ia menegaskan Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan mengkaji berbagai skema agar kenaikan biaya dapat ditekan.

Marwan mengatakan pemerintah perlu merumuskan komponen biaya yang masih dapat diefisiensi.

Menurut dia, biaya penerbangan memiliki keterbatasan karena dipengaruhi ketentuan maskapai, sedangkan layanan akomodasi juga perlu dievaluasi tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Selain biaya, ia juga menyoroti perlunya solusi jangka panjang terhadap keterbatasan kapasitas di Mina yang hingga kini menjadi tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

"Tantangan yang berat bagi kita, Mina itu tidak pernah bertambah. Berharap bertambah kuota, tapi area (Mina) tidak pernah bertambah," katanya.

Marwan mengatakan skema Tanazul bagi sebagian jamaah telah menjadi salah satu upaya mengurangi kepadatan di Mina. Ke depan, menurut dia, pemerintah perlu merumuskan kapasitas pelaksanaan Tanazul yang dapat dikelola secara optimal agar persoalan di Mina tidak terus berulang setiap tahun.

Sebelumnya Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 menjadi forum evaluasi yang terbuka untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan haji sebagai dasar perbaikan pelayanan.

"Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2026 ini tentu menjadi peluang, kesempatan untuk kita bisa menemukan berbagai kekurangan-kekurangan yang telah dan sedang kita laksanakan untuk menjadi bagian perbaikan pelayanan haji ke depan," kata Menhaj Irfan.

Menurut dia, seluruh kekurangan perlu diungkap secara terbuka dengan tujuan memperbaiki kualitas pelayanan haji, bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan. Dengan demikian penyelenggaraan haji mendatang akan lebih siap dan optimal.

Menhaj Irfan mengatakan salah satu aspek yang masih memerlukan perhatian serius adalah layanan kesehatan jamaah. Meski angka kematian jamaah haji tahun ini berhasil ditekan sekitar 25 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, jumlah tersebut masih dinilai tinggi.

Read Entire Article
Food |