REPUBLIKA.CO.ID, NABIRE, – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Papua Tengah mengalami kontraksi sebesar 15,44 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan (y-on-y). Penurunan tajam ini dipicu oleh anjloknya penjualan komoditas tembaga dan emas dari PT Freeport Indonesia, meskipun sektor non pertambangan tetap mencatatkan pertumbuhan positif.
Kepala BPS Kabupaten Nabire, Dio Ginting, di Nabire, Rabu, menjelaskan bahwa sektor pertambangan masih menjadi penopang utama perekonomian daerah tersebut. Kontribusi sektor ini mencapai 76,51 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Tengah.
"Ketika sektor pertambangan mengalami pergejolakan, secara otomatis pertumbuhan ekonomi Papua Tengah juga akan ikut bergejolak," ujar Dio Ginting.
Penyebab Kontraksi Ekonomi
Dio menegaskan bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi secara tahunan ini bukan dipicu oleh melemahnya aktivitas usaha masyarakat. Penyebab utamanya adalah menurunnya produksi dan penjualan komoditas PT Freeport Indonesia yang mendominasi struktur ekonomi daerah.
Berdasarkan data perusahaan, penjualan tembaga merosot drastis dari 443 juta pons pada triwulan II 2025 menjadi hanya 153 juta pons pada periode yang sama di tahun 2026. Sementara itu, penjualan emas juga mengalami penurunan signifikan dari 518 ribu ons menjadi 118 ribu ons.
Kondisi tersebut berdampak besar karena sektor pertambangan memiliki porsi terbesar dalam pembentukan PDRB Papua Tengah. Setiap perubahan dalam volume produksi maupun penjualan langsung memengaruhi angka pertumbuhan ekonomi daerah.
Perbaikan Ekonomi Triwulanan
Meskipun terkontraksi secara tahunan, perekonomian Papua Tengah mulai menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 5,24 persen seiring dengan meningkatnya kinerja sektor pertambangan.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh kenaikan volume penjualan tembaga dari 82 juta pons pada triwulan I 2026 menjadi 153 juta pons pada triwulan II 2026. Penjualan emas juga naik tipis dari 116 ribu ons menjadi 118 ribu ons pada periode yang sama.
Selain volume, harga rata-rata tembaga pada triwulan II 2026 juga mengalami peningkatan. Harga komoditas ini naik dari 5,89 dolar AS per pons menjadi 6,12 dolar AS per pons.
Sektor Non Tambang Tumbuh Positif
Dio Ginting menambahkan bahwa kondisi ekonomi riil masyarakat justru lebih tercermin dari perhitungan PDRB tanpa menyertakan sektor pertambangan. Dengan mengecualikan sektor tersebut, ekonomi Papua Tengah justru mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,45 persen secara tahunan.
"Ini membuktikan bahwa aktivitas usaha riil masyarakat, pembangunan, dan pelayanan pemerintahan berjalan sangat baik dan terus berkembang," tegasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
8





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553455/original/015319200_1775973861-WhatsApp_Image_2026-04-12_at_12.56.06.jpeg)