Guru SMAN 1 Pamanukan Subang Lecehkan Belasan Siswi, Pelaku Sempat Kabur Saat Didemo Murid

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Seorang oknum guru SMAN 1 Pamanukan Subang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswa. Para siswa pun melakukan aksi demonstrasi di sekolah menuntut agar oknum guru tersebut ditindak.

Rekaman video yang memperlihatkan aksi demonstrasi yang dilakukan para siswa seluruh kelas viral di media sosial. Mereka menuntut kepala sekolah untuk segera menuntaskan permasalahan tersebut bahkan sempat mengejar oknum guru yang hendak kabur menyelamatkan diri.

Namun, oknum guru tersebut berhasil melarikan diri. Terdapat pula diduga bukti berisi percakapan oknum guru tersebut dengan siswa. Oknum guru tersebut yang diketahui menjabat sebagai wakil kepala sekolah memanggil dirinya sebagai ayah kepada siswa.

Dalam keterangan resminya, Kepala Sekolah SMAN 1 Subang Edi Kanedi membenarkan demo dilakukan seluruh siswa akibat ketidakpuasan terhadap penanganan kasus yang melibatkan oknum guru tersebut. Ia mengatakan seorang siswa melalui orang tuanya telah melapor dugaan tindak pelecehan seksual.

"Korban melapor satu tapi diselidiki ternyata banyak jumlahnya ada 11 orang," ucap dia.

Ia mengatakan kasus tersebut telah ditangani Polres Subang. Pihaknya meminta maaf kepada korban, keluarga korban dan keluarga besar SMAN 1 Pamanukan.

"Kami sangat prihatin dan menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi anak anak untuk belajar. Sejak laporan pertama kali diterima dari orang tua korban kami pihak sekolah telah memberikan tindakan nyata dengan memberikan pendampingan psikologis rasa aman dan perlindungan penuh kepada korban agar pendidikan tetap terjaga," ungkap dia.

Ia menegaskan tidak boleh ada ruang bagi aksi pelecehan seksual di sekolah. Pihaknya sendiri telah memberhentikan oknum guru dari jabatannya dan telah dinonaktifkan tidak mengajar di kelas.

"Langkah tegas telah dilakukan terduga selalu saat ini telah diberhentikan dari jabatan sebagai wakil kepala sekolah dan telah dinonaktifkan penuh dari segala proses mengajar," kata dia. Ia mengatakan proses hukum diserahkan kepada pihak yang berwajib.

Read Entire Article
Food |