Foto udara memperlihatkan kawasan kolam bekas tambang di Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (20/9/2026). Keberadaan sejumlah kolam bekas tambang menjadi perhatian karena kawasan tersebut masih berisiko menimbulkan kecelakaan. Berdasarkan catatan JATAM Kaltim, jumlah korban meninggal akibat lubang tambang di Kaltim telah mencapai 55 orang sejak 2011, dengan sekitar 30 korban tercatat berada di Samarinda. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
Dinas ESDM Kaltim bersama sejumlah instansi melakukan pengawasan dan peninjauan terhadap void atau lubang bekas tambang untuk mencegah kembali terjadinya kecelakaan. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Inspektur Tambang terkait langkah penanganan kawasan tersebut. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
Pemerintah mempertimbangkan sejumlah langkah penanganan, termasuk penutupan lubang atau pemanfaatan air dengan menggunakan pompa, dengan keputusan yang akan dibahas bersama pemerintah dan masyarakat. Di tingkat kelurahan, pengamanan juga disiapkan melalui pemasangan spanduk larangan beraktivitas di sekitar kolam serta penyampaian imbauan kepada warga. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Kawasan bekas tambang di Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi perhatian karena masih menyimpan risiko bagi keselamatan warga. Hingga kini, kecelakaan di kolam bekas tambang tersebut telah menyebabkan 55 orang meninggal dunia akibat tenggelam.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur bersama sejumlah instansi memperketat pengawasan di sekitar kolam bekas tambang. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah warga mendekati area berbahaya sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang kembali terjadi.
sumber : Antara Foto

6 hours ago
9
















































