Pipa Minyak Saudi Diserang

1 hour ago 5

Citra satelit menunjukkan asap membubung dari fasilitas pengolahan minyak Saudi di Kilang Jazan.

REPUBLIKA.CO.ID, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed Albudaiwi, Jumat (11/9) mengecam keras serangan drone yang menargetkan East-West Pipeline milik Arab Saudi di wilayah Riyadh dan Madinah.

Riyadh menyatakan serangan tersebut berasal dari Irak dan menyebabkan sejumlah orang terluka serta kerusakan pada sejumlah fasilitas.

Albudaiwi mengatakan serangan itu merupakan eskalasi berbahaya dan ancaman yang tidak dapat diterima terhadap keamanan Kerajaan Arab Saudi, integritas wilayah, serta fasilitas vital lainnya.

Ia juga menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.

Albudaiwi mendesak Irak untuk meningkatkan upaya dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan tegas guna mencegah wilayahnya digunakan sebagai tempat peluncuran serangan semacam itu.

Dirinya kembali menegaskan solidaritas penuh dan teguh GCC terhadap Arab Saudi. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh langkah dan tindakan yang diambil Riyadh untuk melindungi keamanan, stabilitas, integritas wilayah, fasilitas, warga negara, dan penduduknya.

Arab Saudi sebelumnya pada Jumat mengatakan telah menghentikan sementara operasi East-West Pipeline sebagai tindakan pencegahan setelah sejumlah drone menyerang jalur pipa minyak tersebut di wilayah Riyadh dan Madinah pada Kamis pagi.

Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan sejumlah orang terluka dan telah mendapatkan perawatan medis. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada jalur pipa. Tim darurat dan teknis dikerahkan untuk mengamankan fasilitas dan menilai kondisinya.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan drone-drone tersebut berasal dari Irak.

Riyadh menyatakan memutuskan untuk tidak melakukan pembalasan “pada tahap ini” setelah Perdana Menteri Irak meminta Arab Saudi memberi kesempatan kepada Baghdad untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah serangan lebih lanjut yang dilancarkan dari wilayah Irak.

Arab Saudi mengatakan mendukung upaya Baghdad, tetapi tetap mempertahankan hak untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan, keamanan, dan infrastrukturnya.

Sedangkan Irak mengecam serangan tersebut dan menyatakan wilayah serta ruang udaranya tidak akan menjadi titik peluncuran serangan terhadap negara mana pun.

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi, yang juga merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata negara tersebut, memerintahkan penyelidikan atas serangan itu serta mengarahkan otoritas untuk mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.

Read Entire Article
Food |