Rebut Konstantinovka, Putin Sebut Rusia Raih Kemenangan Strategis, Ini Kerugian Ukraina

15 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW — Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pasukannya telah meraih kemenangan strategis setelah menguasai Kota Konstantinovka di wilayah Donetsk, Ukraina timur. Menurut Putin, kota tersebut merupakan salah satu pusat transportasi dan industri terpenting di kawasan Donbas.

Klaim itu disampaikan Putin saat mengunjungi salah satu pos komando sementara kelompok pasukan gabungan Rusia pada Jumat. Ia mengatakan penguasaan Konstantinovka memiliki arti strategis yang besar bagi operasi militer Rusia di Ukraina.

"Seperti yang kita ketahui, kota ini adalah pusat transportasi utama dan pusat industri utama Donbas," kata Putin pada Jumat (3/6/2026).

Konstantinovka adalah kota industri yang berada di Raion Kramatorsk, Oblast Donetsk, Ukraina timur, sekitar 65 kilometer di utara Kota Donetsk. Berdiri pada akhir abad ke-19 seiring berkembangnya jalur kereta api dan industri berat, kota ini dikenal sebagai pusat produksi kaca, logam, bahan kimia, serta manufaktur mesin pada era Uni Soviet.

Sebelum perang Rusia-Ukraina, Konstantinovka dihuni sekitar 67.000 penduduk dengan mayoritas merupakan penutur bahasa Rusia dan Ukraina yang hidup di kawasan perkotaan berkarakter industri.

Letaknya yang berada di persimpangan jalan raya dan rel kereta api menjadikan kota ini sebagai salah satu simpul logistik terpenting di Donbas, sekaligus penghubung menuju Kramatorsk, Sloviansk, Druzhkivka, dan Chasiv Yar.

Posisi geografis dan infrastruktur transportasinya membuat Konstantinovka memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi ekonomi maupun militer, sehingga menjadi salah satu titik yang paling diperebutkan dalam konflik Rusia-Ukraina.

Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengumumkan bahwa pasukan Rusia telah sepenuhnya menguasai Konstantinovka.

"Berita utamanya adalah Konstantinovka telah sepenuhnya direbut," kata Peskov seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

Putin juga mengklaim pasukan Rusia telah menguasai 133 permukiman dan lebih dari 3.000 kilometer persegi wilayah di Donbas serta Novorossiya sejak awal 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Putin mengatakan pembentukan zona penyangga keamanan di sepanjang perbatasan Rusia dengan Ukraina berjalan sesuai rencana. Zona tersebut, menurutnya, mencakup wilayah Kharkiv, Sumy, dan Dnipropetrovsk.

Ia menyatakan perluasan zona penyangga dilakukan sebagai respons atas meningkatnya serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia, terutama yang menyasar fasilitas sipil.

"Semakin banyak upaya musuh menyerang fasilitas sipil kami, semakin besar zona penyangga keamanan yang harus kami bangun di wilayah yang berbatasan," ujar Putin.

Menurut Putin, pembentukan zona penyangga bertujuan meningkatkan perlindungan bagi warga sipil dan infrastruktur di wilayah perbatasan Rusia.

Read Entire Article
Food |