17,7 Juta Pemudik Masuk Jateng, Produksi Sampah Diprediksi Meningkat

12 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Jumlah produksi sampah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) diprediksi meningkat selama masa libur Lebaran 2026. Hal itu terjadi karena adanya pemudik yang datang atau melintasi Jateng dalam perjalanan mudik.

"Ketika ada peningkatan jumlah yang mudik, maka sampahnya juga meningkat," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng, Widi Hartanto, Ahad (22/3/2026).

Widi mengatakan, ia belum memperoleh data jumlah pemudik yang memasuki wilayah Jateng pada Lebaran tahun ini. Namun, dapat dipastikan produksi sampah di Jateng akan meningkat akibat adanya pergerakan orang.

Menurut Widi, pihaknya menerjunkan tim untuk meninjau lokasi-lokasi yang dilintasi atau disinggahi pemudik, seperti terminal, stasiun, dan tempat istirahat atau rest area. Tim tersebut memantau sejauh mana pengelolaan sampah di lokasi-lokasi tersebut.

"Pengelola kawasan ini juga harus melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Misalnya, yang organik dan anorganik harus dipisahkan," kata Widi.

Ia menambahkan, sebelum arus mudik Lebaran dimulai, DLHK provinsi dan kabupaten/kota se-Jateng juga telah melakukan serangkaian sosialisasi, termasuk melalui media sosial, agar para pemudik dapat mengelola sampah yang mereka hasilkan.

"Misalnya, tidak menggunakan atau mengurangi botol kemasan sekali pakai, mengurangi penggunaan plastik, dan membawa boks untuk makanan. Termasuk pemilahan sampah antara organik dan anorganik," ucap Widi.

Widi mengungkapkan, saat ini Jateng memproduksi 6,3 juta ton sampah per tahun. Artinya, rata-rata sampah yang dihasilkan dalam sehari mencapai 17 ribu ton. "Estimasinya, setiap warga Jateng mengeluarkan sampah sekitar 0,5 kilogram per hari," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan adanya pergerakan pemudik, produksi sampah harian akan melonjak. "Kami belum mendapat data jumlah pemudik, masih meminta datanya. Jadi, nanti pasti ada peningkatan produksi sampah," ucap Widi.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengungkapkan, sebanyak 17,7 juta orang diprediksi memasuki Jateng pada arus mudik Lebaran tahun ini. Jumlah tersebut meningkat sekitar 2,7 juta orang dibandingkan arus mudik tahun lalu.

"Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta, sehingga ada kenaikan cukup signifikan. Dengan jumlah sebesar itu, tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional," kata Luthfi di Kota Semarang, Kamis (5/3/2026) lalu.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |