5 Teknik Memasak Pare agar Tidak Pahit tanpa Mengubah Teksturnya, Bisa Dicontoh

3 days ago 6

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Fimela.com, Jakarta Teknik memasak pare agar rasa pahitnya berkurang sangat penting bagi banyak orang yang ingin menikmati sayuran ini tanpa terganggu oleh rasa pahit yang biasanya menyertainya. Meskipun pare memiliki senyawa penyebab rasa pahit, Anda tidak perlu lagi meremasnya sampai lembek, karena ada cara yang lebih efisien untuk mengurangi rasa pahit tanpa mengorbankan tekstur sayuran tersebut.

Metode memasak pare agar tidak pahit juga melibatkan langkah-langkah mudah yang dapat membantu mempertahankan kerenyahan dan warna hijau pare agar tetap segar. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa cara praktis untuk mengurangi rasa pahit, sehingga Anda dapat menyajikan hidangan pare yang lebih enak dan disukai oleh seluruh anggota keluarga.

1. Menghilangkan Biji dan Selaput Putihnya Secara Bersih

Langkah pertama yang sangat krusial dalam usaha mengurangi rasa pahit pada pare adalah membersihkan bagian tengahnya secara menyeluruh. Bagian putih yang terdapat di dalam pare, termasuk biji dan selaput putih, merupakan sumber utama dari senyawa pahit yang dikenal sebagai momordicin. Senyawa inilah yang bertanggung jawab atas karakteristik rasa pahit pada pare.

Oleh karena itu, tips pertama dalam memasak pare agar tidak terasa pahit adalah dengan membuang bagian tengahnya. Sangat disarankan untuk mengeruk bagian putih ini hingga bersih agar cita rasa pahit khas pare bisa diminimalkan. Proses pembersihan ini sangat penting sebelum melanjutkan ke langkah-langkah berikutnya.

Setelah pare dibelah menjadi dua bagian memanjang, langkah selanjutnya adalah menggunakan sendok atau alat pengeruk untuk menghilangkan biji serta semua lapisan putih yang menempel pada daging pare. Semakin bersih bagian ini dikeruk, maka semakin sedikit rasa pahit yang akan tersisa. Proses pengerukan ini tidak akan memengaruhi tekstur renyah dari pare, karena hanya menghilangkan bagian internal yang lunak. Setelah proses pengerukan selesai, pare dapat diiris tipis sesuai dengan selera untuk memaksimalkan pengurangan rasa pahit dan mempermudah langkah-langkah memasak selanjutnya.

2. Menggarami Pare dan Mendiamkannya Sebentar

Metode meremas pare dengan garam merupakan cara yang sangat dikenal dan terbukti efektif untuk mengurangi rasa pahit yang seringkali terdapat pada sayuran ini. Proses ini melibatkan garam yang berfungsi melalui mekanisme osmosis, di mana garam menarik keluar cairan serta senyawa pahit dari dalam pare.

Setelah pare dipotong dengan ketebalan 1-2 cm, taburkan garam secukupnya dan biarkan selama kurang lebih 30 menit. Dengan cara ini, garam akan membantu mengurangi sebagian rasa pahit, sehingga pare menjadi lebih lezat saat dimasak. Oleh karena itu, metode ini sering menjadi pilihan utama karena kemudahannya dalam pelaksanaan.

Setelah memotong pare menjadi irisan tipis dan membuang bagian tengahnya, taburi irisan tersebut dengan garam, misalnya sekitar 1 sendok makan untuk satu buah pare ukuran sedang. Remas pare menggunakan tangan selama beberapa menit hingga pare tampak layu dan mengeluarkan air. Proses ini sangat penting karena membantu mengeluarkan getah serta senyawa pahit yang ada dalam pare.

Setelah diremas, biarkan pare selama 15-30 menit, kemudian bilas di bawah air mengalir hingga bersih untuk menghilangkan sisa garam dan rasa asin yang berlebihan. Pastikan untuk memeras pare setelah dibilas untuk mengeluarkan sisa air yang mungkin masih tertinggal. Jika dilakukan dengan benar, metode ini akan mengurangi rasa pahit tanpa membuat pare menjadi terlalu lembek, asalkan tidak dilakukan dengan cara yang terlalu keras atau terlalu lama.

3. Blanching Singkat (Rebus Cepat)

Merebus pare dalam waktu singkat atau yang sering disebut blansir merupakan metode yang efektif untuk mengurangi rasa pahitnya tanpa mengorbankan tekstur renyahnya. Proses ini dilakukan dengan cara merebus pare dalam air mendidih selama beberapa menit saja.

Setelah melakukan perendaman atau peremasan, langkah berikutnya adalah merebus pare. Cukup masukkan pare ke dalam air mendidih dan biarkan selama sekitar 2 menit sebelum ditiriskan dan dibilas dengan air bersih. Proses ini membantu menghilangkan sebagian senyawa pahit tanpa merusak struktur pare.

Pertama, didihkan air dalam sebuah panci. Setelah air mendidih, tambahkan irisan pare yang telah dibersihkan. Anda juga dapat menambahkan sedikit garam, gula, atau beberapa lembar daun jambu biji ke dalam air rebusan, karena daun jambu biji dipercaya dapat menetralkan rasa pahit pare. Rebus pare selama 2 hingga 5 menit saja. Sangat penting untuk tidak merebus terlalu lama agar pare tidak menjadi lembek dan kehilangan teksturnya.

Setelah proses perebusan selesai, segera angkat pare dan masukkan ke dalam air es untuk menghentikan proses pemasakan, yang dikenal sebagai blansir. Teknik ini tidak hanya berfungsi untuk mengurangi rasa pahit, tetapi juga membantu menjaga warna hijau cerah dan tekstur renyah dari pare.

4. Merendam dengan Air Gula atau Asam Jawa/Cuka

Selain menggunakan garam, ada berbagai bahan lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi rasa pahit pada pare, seperti gula, asam jawa, atau cuka. Metode perendaman ini memberikan pilihan bagi mereka yang ingin bereksperimen dengan cara-cara baru dalam mengolah pare.

Merendam irisan pare dengan air gula disarankan, diperas sesekali, dan kemudian dibilas air bersih sebelum dimasak. Meskipun gula tidak menghilangkan senyawa pahit secara langsung, ia dapat membantu menyeimbangkan rasa pahit sehingga tidak terlalu mencolok. Trik ini sering dipakai untuk menciptakan keseimbangan rasa dalam hidangan.

Di sisi lain, asam juga diyakini memiliki kemampuan untuk menetralkan senyawa pahit yang ada pada pare. Air perasan asam jawa dapat digunakan sebagai solusi untuk mengurangi rasa pahit, cukup dengan merendam pare di dalamnya selama sekitar 30 menit.

Merendam pare dalam air asam jawa selama 15-20 menit direkomendasikan, karena kombinasi asam dan garam dapat menetralkan rasa pahit lebih efektif. Setelah proses perendaman, penting untuk membilas pare hingga bersih dengan air mengalir. Meskipun cara ini dapat membuat tekstur pare sedikit lebih layu, efektivitasnya dalam mengurangi rasa pahit tetap terjaga.

5. Memasak dengan Bumbu Kuat atau Kombinasi Bahan Lain

Setelah melakukan persiapan untuk mengurangi rasa pahit, metode memasak yang tepat juga sangat berpengaruh dalam menciptakan keseimbangan rasa serta menjaga tekstur. Menggunakan bumbu yang kuat atau mengombinasikan pare dengan bahan lain dapat menyamarkan sisa pahit yang mungkin masih ada.

Pare yang telah direbus atau diremas akan terasa lebih lezat jika dimasak bersama bahan-bahan yang memiliki rasa asin yang kuat, seperti kecap asin, ikan, atau kacang kalengan yang direndam dalam air garam. Kombinasi ini dapat menghasilkan profil rasa yang lebih kaya dan menarik.

Ketika menumis pare, penting untuk menggunakan bumbu-bumbu yang memiliki rasa kuat seperti bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, atau saus tiram. Bumbu-bumbu tersebut akan mendominasi rasa, sehingga kepahitan yang ada pada pare tidak terlalu terasa. Selain itu, mencampurkan pare dengan bahan makanan lain yang gurih atau sedikit manis, seperti ikan teri, udang, tempe, telur, atau ebi, akan menciptakan harmoni rasa yang lebih seimbang, yang mampu menetralkan kepahitan pare.

Untuk menjaga agar tekstur pare tetap renyah, sebaiknya masak dengan metode tumis (stir-fry) di atas wajan panas dengan api sedang. Hindari menambahkan terlalu banyak air agar tidak membuat pare menjadi lembek. Tumis pare hingga matang tetapi tetap renyah. Dengan cara tumis tanpa tambahan air, tekstur pare akan tetap renyah dan warna hijau yang menarik akan terjaga.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

  • Ricka Milla Suatin
 gemini.com)

FoodAnatomi Mekar: Ketika Sains Bertemu Tradisi dalam Sepotong Bolu Kuku

Bolu kukus bukan sekadar kue rumahan—ia adalah memori masa kecil yang harum dan penuh nostalgia. Namun di balik tampilannya yang sederhana, ada ilmu dapur dan sains pangan yang menentukan apakah ia mekar cantik atau bantat menyedihkan. Artikel ini mengupas rahasia keberhasilan bolu kukus dari kearifan lokal hingga riset ilmiah: mulai dari teknik mengocok telur, kekuatan uap panas, hingga alasan mengapa kue kukus lebih sehat dan lembut. Dengan panduan praktis dan tips anti gagal, Anda akan memahami cara menciptakan bolu kukus yang selalu mekar sempurna, lembut, dan penuh aroma asli. Selamat menjelajahi seni dan sains di balik kue klasik Indonesia ini!

Resep Pie Ubi Keju Kekinian yang Lembut dan Creamy./Copyright depositphotos.com/AI

FoodResep Pie Ubee Keju Kekinian yang Lembut dan Creamy

Resep pie ubee keju yang creamy, lembut, dan simpel dibuat hanya dari ubi, oat, dan topping keju melimpah. Cocok untuk camilan, ide jualan, atau dessert rumahan.

Ilustrasi Resep Aci Mini Telor untuk Camilan./Copyright depositphotos.com/AI

FoodResep Aci Mini Telor untuk Camilan

Resep aci mini telor untuk camilan yang mudah dibuat, lezat, dan cocok untuk semua suasana. Teksturnya kenyal dan gurih, cocok untuk ide jajanan rumahan.

Resep serabi solo ala Notosuman. (dok. Cookpad @twins_cookies_jogja)

FoodResep Serabi Solo Rumahan yang Lembut dan Legit

Serabi Solo dikenal dengan teksturnya yang lembut, legit, dan punya aroma kelapa yang khas. Ternyata membuatnya di rumah nggak sesulit yang dibayangkan, lho!

Ilustrasi Tahu Campur/Photo by Magic Mary on Unsplash

Food10 Rekomendasi Tempat Makan Tahu Campur di Surabaya Terpopuler 2025, Manjakan Lidah

Berikut adalah 10 lokasi tahu campur legendaris di Surabaya yang masih beroperasi dan sangat direkomendasikan untuk dicicipi.

Read Entire Article
Food |