50 Ton Ikan Sapu-Sapu dari Bendungan Pati Dikubur Biar tak Dikonsumsi Warga dan Cegah Bau Busuk

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mengubur sekitar 50 ton ikan sapu-sapu yang terdampar akibat mengeringnya air di Bendung Karet Juana di Kabupaten Pati. Mereka pun memastikan ikan-ikan tersebut tidak dikonsumsi warga. 

Pengawas Perikanan Ahli Muda Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng, Johan Wahyudi, mengungkapkan, terdamparnya berton-ton ikan sapu-sapu di Bendung Karet Juana yang mengering akibat kemarau sempat viral di media sosial. Setelah dirapatkan, Pemprov Jateng setuju agar ikan tersebut ditimbun atau dikubur. 

Dia mengatakan, setelah turut memberdayakan warga sekitar Bendung Karet Juana untuk menangkap dan mengumpulkan ikan sapu-sapu, penimbunan dilaksanakan pada 17 September 2026 lalu. Johan menyebut, penguburan dilakukan di lahan kosong di tepi bendungan milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). 

“Ya, perkiraan sekitar kurang lebih segitu,” ungkap Johan ketika dikonfirmasi apakah benar jumlah ikan sapu-sapu yang ditimbun mencapai 50-an ton, Selasa (22/9/2026).

Ketika ditanya berapa luas lahan yang digunakan untuk mengubur 50-an ton ikan sapu-sap tersebut, Johan mengaku tidak mengetahui secara presisi angkanya. Namun dia mengakui lahan yang terpakai memang cukup luas. 

“Pokoknya ikan sapu-sapu yang kemarin diambil itu baik yang ada di kolam perairan masih hidup, sama yang di pinggir-pinggir yang sudah mengering dan masih membusuk, itu kita kumpulkan kemudian kita melakukan penimbunan,” ucap Johan.

Dia mengungkapkan, banyaknya ikan sapu-sapu yang telah membusuk sempat menimbulkan bau menyengat. Karena itu, penimbunan terhadap ikan-ikan tersebut, termasuk mereka yang terdampar dalam kondisi hidup, segera dilakukan.

“Di kanan dan kiri bendungan itu sebenarnya sawah. Cuman potensi bau, kalau misalnya tidak segera diatasi, pastinya nanti kalau terbawa angin juga kan baunya bisa sampai ke warga,” kata Johan.

Menurut Johan, sempat terdapat masyarakat yang mengambil ikan sapu-sapu yang terdampar akibat mengeringnya Bendung Karet Juana. “Kami sebelumnya bersama dengan teman-teman PSDKP Cilacap, Satwaspati, itu sempat melakukan pengawasan ke situ. Di tanggal 3 September, itu masih banyak (ikan sapu-sapu) yang diambil masyarakat untuk dijadikan tepung ikan,” ucapnya.

Namun mereka mendalami apa yang dilakukan warga terhadap ikan sapu-sapu tersebut. “Kami kemarin memastikan juga sama teman-teman dari PSDKP Cilacap, kami meminta keterangan, ini dibawa ke mana? Harapan kami memastikan ini tidak dikonsumsi untuk manusia,” ujar Johan.

Read Entire Article
Food |