REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di wilayah Karibia dan Pasifik Timur adalah tindakan ilegal dan dapat dikategorikan sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan". Sebelumnya, AS juga disebut melakukan kejahatan serupa dengan membunuh seratus lebih anak-anak di sekolah di Minab, Iran.
Dalam laporan yang diterbitkan pada Senin, Pelapor Khusus PBB Ben Saul menyatakan bahwa serangan terhadap 68 kapal antara bulan September tahun lalu hingga Agustus telah menewaskan sedikitnya 223 orang dan melibatkan "penggunaan kekuatan secara ilegal" yang tidak proporsional.
Temuan tersebut dirilis hanya beberapa hari setelah militer AS mengumumkan serangan terbarunya terhadap kapal lain, yang menewaskan empat orang. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang memandang operasi terhadap kapal-kapal tersebut sebagai bagian dari konflik militer, menyatakan bahwa tindakan itu diperlukan untuk mencegah masuknya narkoba mematikan ke Amerika Serikat.
Pihaknya menyebut pengiriman narkoba tersebut sebagai "serangan bersenjata" terhadap wilayah AS.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa serangan yang dilakukan oleh pasukan AS tidak dapat dibenarkan menurut hukum nasional maupun internasional, sehingga dapat dikategorikan sebagai "serangkaian pembunuhan di luar proses hukum yang melanggar hak atas hidup".
Laporan itu menyatakan bahwa tindakan tersebut "kuat dugaan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan".
Laporan tersebut juga mencatat bahwa meskipun pihak yang diserang terbukti merupakan anggota kelompok kriminal terorganisasi atau kelompok "teroris" sebagaimana diklaim oleh AS, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka telah melancarkan serangan bersenjata terhadap AS atau bertindak sebagai proksi bagi negara lain—tindakan yang semestinya dapat menjadi pembenaran bagi serangan militer AS.
Saul, Pelapor Khusus PBB untuk kontra-terorisme dan hak asasi manusia, menambahkan bahwa perdagangan narkoba "tidak setara dengan serangan militer".
Selain itu, para pengamat mencatat bahwa pemerintahan Trump tidak pernah memberikan bukti apa pun yang menunjukkan bahwa kapal-kapal yang mereka serang sedang mengangkut narkoba.
Laporan PBB tersebut juga mempertanyakan legalitas upaya AS untuk menangkap paksa Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada bulan Januari—peristiwa yang menewaskan 75 orang—serta kerja sama dengan negara-negara Amerika Latin lainnya dalam kerangka "Shield of the Americas" yang digagas oleh pemerintahan Trump. Inisiatif ini bertujuan memperluas operasi antinarkoba AS hingga ke wilayah daratan di kawasan tersebut.
Laporan PBB tersebut menyerukan dilakukannya penyelidikan internal dan meminta pertanggungjawaban para komandan yang terlibat dalam operasi-operasi itu. Laporan itu menyimpulkan bahwa serangan-serangan tersebut gagal mencegah masuknya kokain ke Amerika Serikat melalui kapal kontainer yang tidak diperiksa secara memadai.

3 hours ago
6
















































