Pemain Film Ari Irham saat media visit ke Republika, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Kunjungan tersebut untuk promosi film Seni Merayu Tuhan yang akan tayang di bioskop pada 13 Agustus 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Ari Irham memerankan karakter Hikmah dalam film Seni Merayu Tuhan arahan sutradara Cesa David Luckmansyah. Film produksi Wahana Kreator tersebut merupakan adaptasi dari buku self-improvement best seller karya Habib Husein Jafar Al-Hadar.
Ari mengaku awalnya sempat takut memerankan Hikmah, karena karakter tersebut memiliki kedalaman emosi yang cukup berat. Namun di sisi lain, ia merasa tertantang untuk mencoba menghidupkan karakter Hikmah.
"Pertama kali baca skenario saya takut ambil peran ini sejujurnya, karena karakternya begitu dalam dan berat. Tapi sebagai aktor aku juga merasa pengen nyoba, jadilah aku mencoba menghidupkan karakter Hikmah seperti sekarang," kata Ari saat diwawancara di kantor Republika, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
Dalam film tersebut, Hikmah diceritakan sebagai seorang yang merepresentasikan karakter generasi muda. la digambarkan lalai beribadah, cuek terhadap orang tua, serta memiliki sifat egois. Hikmah kemudian mengalami krisis iman setelah kehilangan sang ibu dan berusaha mencari kembali makna hidup sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan.
Ari merasa perjalanan spiritual Hikmah memiliki kedekatan dengan pengalaman pribadinya. Sebagai anak muda, ia pun pernah merasa egois dan memikirkan diri sendiri. Hal itulah yang menjadi modal bagi dia untuk menghidupkan karakter Hikmah.
"Untuk menghidupkan karakter Hikmah, aku juga mencoba melihat bagaimana diri aku berproses menjadi manusia yang lebih baik. Karena aku juga sebagaimana anak muda, ya pernah lah mengalami fase seperti Hikmah, pernah merasa egois, tapi sampai sekarang kita mau terus berproses jadi manusia yang lebih baik lagi," kata Ari.
Dalam mempersiapkan peran tersebut, Ari menjalani proses pendalaman karakter yang sangat detail dan penuh refleksi. la bersama pemain lainnya diajak untuk membedah setiap adegan dan dialog sejak tahap reading. Bahkan ia pun sempat mengikuti sesi workshop adzan.
"Prosesnya super detail dan penuh refleksi. Dari pertama kita reading aja udah bahas scene by scene, per dialog kita bedah. Bahkan aku ada workshop adzan juga," kata Ari.

8 hours ago
8



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534196/original/088087100_1773814431-timolina.jpg)

