Petugas mengangkat bantuan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/3/2025). Pemerintah Indonesia memberikan bantuan kepada rakyat Myanmar yang terdampak bencana gempa yang akan diberangkatkan hari ini sekitar 12 ton berupa tenda, makanan, selimut, dan 39 personel yang bertugas untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk kedatangan bantuan tambahan yang lebih banyak pada tanggal 3 April 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan personel ke Myanmar untuk membantu proses evakuasi dan pengobatan warga yang menjadi korban gempa bumi. Langkah ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian Indonesia terhadap negara yang sedang mengalami bencana alam.
Tim yang dikirimkan terdiri atas berbagai ahli, termasuk tim penyelamat, tenaga medis, dan personel pendukung lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu proses pemulihan pasca-gempa.
“Hari ini tim pencarian pertolongan, SAR, setelah ini diberangkatkan. Kekuatannya 53 orang dibantu pengamanan dan satu pesawat Boeing 747 milik TNI Angkatan Udara,” kata Kepala BNPB Suharyanto saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/4/2025).
Suharyanto mengatakan personel yang terdiri atas anggota Baznas dan Basarnas ini diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan Pesawat Boeing milik TNI AU pukul 10.00 WIB. Pesawat itu, kata Suharyanto, akan langsung mendarat di Bandara Myanmar hari ini. Mereka akan langsung melakukan misi kemanusiaan seperti mencari korban di tumpukan puing bangunan, membangun posko kemanusiaan hingga memberikan pertolongan medis.
Setelah pemberangkatan hari ini, pihaknya beserta TNI akan kembali mengirimkan pasukan pada Kamis (2/4/2025) besok untuk memaksimalkan proses evakuasi korban gempa. “Kemudian nanti hari Kamis, insya Allah ya rekan-rekan media sekalian, akan berangkat dua pesawat. Satu pesawat Garuda 747-800 berisi personel, delegasi resmi,” kata Suharyanto.
Suharyanto mengatakan, para personel yang berada di bawah koordinasi BNPB itu akan bertugas selama satu pekan. Namun demikian, Suharyanto memperkirakan misi kemanusiaan itu akan berjalan selama satu bulan.
“Saya kemarin menyarankan kepada pemerintah sebulan. Kenapa sebulan? Ini pengalaman berdasarkan di tempat-tempat lain,” kata Suharyanto.
Walau demikian, Suharyanto mengaku personelnya akan selalu siap jika harus bertugas dalam jangka waktu lebih lama lagi. Dia memastikan tugas tersebut akan terus dilakukan hingga pemerintah setempat mengumumkan pemberhentian pencarian korban.