Bos Danantara: Industri Pengolahan Mineral Topang Kebutuhan Strategis Nasional

12 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan Indonesia harus menjadi pemain yang berdaulat dalam rantai pasok global. Hal ini disampaikan Rosan dalam acara Danantara's Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing di Wisma Danantara Indonesia.

Rosan menyampaikan acara ini bertujuan memperkuat sinergi serta kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam merumuskan arah pengembangan industri advanced materials atau material maju yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional. Menurutnya, selama ini nilai tambah dari kekayaan mineral Indonesia justru lebih banyak dinikmati oleh negara lain.

"Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth," ujar Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Rosan menyebut bahan-bahan tersebut menjadi fondasi teknologi masa depan, seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih. Namun, selama puluhan tahun, kata dia, Indonesia terlalu sering berhenti pada tahap ekstraksi dan mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga berkali-kali lipat.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan material maju (critical minerals downstreaming) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perminas (Persero).

Rosan menyampaikan kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan supply-offtake mineral kritis dan material maju untuk kebutuhan industri strategis dalam negeri, mengakselerasi terwujudnya industri material maju nasional berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional bernilai tambah tinggi melalui program-program industri strategis, seperti namun tidak terbatas pada mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan, dan ketenagalistrikan.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P Santosa menyampaikan pengembangan industri middle stream material maju perlu dipandang sebagai bagian dari transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi, manufaktur bernilai tambah tinggi, dan penguasaan rantai pasok masa depan.

Menurutnya, Indonesia harus mampu menangkap peluang permintaan regional, membangun kapabilitas teknologi, serta bersaing di pasar global untuk mencapai skala ekonomi yang berkelanjutan.

"Pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional," kata Sigit.

Sigit menilai kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi juga pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, pertahanan, transportasi, dan berbagai teknologi strategis masa depan.

Sigit mengatakan nikel tetap menjadi salah satu keunggulan penting. Namun, agenda besarnya adalah membangun kapasitas industri yang lebih luas, bernilai tambah tinggi, dan kompetitif secara global.

Read Entire Article
Food |