Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bonus Rp 1 miliar bagi Persib Bandung usai menjadi juara Super League 2025/2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BRI Super League musim 2025/2026 tidak hanya menutup kompetisi dengan lahirnya Persib Bandung sebagai juara. Lebih dari itu, musim ini menjadi penanda perubahan wajah sepak bola nasional yang semakin kompetitif, profesional, dan mendapat kepercayaan publik, jika mengutip data laporan kompetisi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Laporan akhir musim LIB memperlihatkan berbagai indikator yang menunjukkan peningkatan kualitas kompetisi, mulai dari persaingan antarklub, kualitas pertandingan, tata kelola perwasitan, hingga pertumbuhan jumlah penonton dan nilai ekonomi liga.
Persib Bandung mempertahankan gelar juara setelah mengoleksi 79 poin. Raihan tersebut sama dengan Borneo FC Samarinda, tapi Maung Bandung unggul dalam rekor pertemuan sehingga berhak mengangkat trofi. Persib pun memastikan tiket ke AFC Champions League 2, sedangkan Borneo FC tampil di AFC Challenge League. Kedua klub juga akan mewakili Indonesia pada ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027.
Dominasi Persib musim ini turut diwarnai penghargaan individu bagi pelatih Bojan Hodak sebagai pelatih terbaik. Sementara gelar pemain terbaik jatuh kepada Mariano Peralta dari Borneo FC berkat torehan 20 gol dan 14 assist. Adapun David da Silva dari Malut United FC keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan koleksi 23 gol.
Di balik persaingan menuju tangga juara, kualitas kompetisi juga mengalami peningkatan. Sepanjang musim tercipta 856 gol atau naik 7,13 persen dibandingkan musim sebelumnya. Kebijakan penambahan kuota pemain asing menjadi salah satu faktor yang meningkatkan produktivitas pertandingan, meski di sisi lain pemain lokal tetap memperoleh ruang berkembang melalui kebijakan menit bermain bagi pemain U-23.
Setiap klub rata-rata memberikan kesempatan bermain hingga 3.645 menit kepada pemain muda sepanjang musim atau sekitar 107 menit setiap pertandingan. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi fondasi pembinaan pemain untuk kebutuhan tim nasional pada masa mendatang.
Persaingan antarklub juga dinilai semakin sehat. Berdasarkan indikator Normalized Herfindahl-Hirschman Index (NHHI), tingkat keseimbangan kompetisi berada di angka 0,75 persen pada akhir musim. Angka tersebut menunjukkan tidak ada satu klub yang mendominasi kompetisi secara mutlak sehingga persaingan berlangsung relatif merata hingga pekan-pekan terakhir.

12 hours ago
12



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534196/original/088087100_1773814431-timolina.jpg)

