Cerita Warga Terdampak Gempa di NTT: Macam Kiamat Saja

8 hours ago 8

Warga melintas di depan gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bencana gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) begitu mengguncang warga. Meski gempa dinilai sudah cukup familiar terjadi di Pulau Flores, namun kali ini kondisinya dianggap cukup parah.

Sevrin Waja (35 tahun), salah satu warga Kabupaten Nagekeo, NTT menceritakan pengalamannya saat gempa mengguncang Pulau Flores. Detik-detik gempa terjadi pada Sabtu pagi dini hari, sekira pukul 05.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

“Saat itu baru saja bangun tidur, langsung berniat untuk bikin kopi di dapur, tiba-tiba atap rumah bergoyang. Awalnya saya mengira itu ayam di atap, tetapi lama kelamaan guncangan semakin keras, baru sadar kalau gempa,” kata Sevrin saat dihubungi Republika dari Jakarta, Ahad (16/8/2026).

Menurut pengakuan Sevrin, rasanya getaran gempa pada saat itu sangat bergejolak. Sampai-sampai ia menganggap terjadi kiamat.

“Guncangannya memang kuat sekali, tidak seperti gempa yang selama ini sering terjadi, rasanya macam kiamat saja, guncang ke kiri-kanan, ada yang rasa macam diangkat ke atas kemudian dibanting,” ungkapnya.

Ia berujar, Pulau Flores berada di radius cincin api, Ring of Fire, sehingga masyarakat Flores sudah cukup akrab dengan gempa. Berdasarkan pengalamannya, Sevrin bahkan tidak bisa menghitung jumlah kuantitas gempa yang pernah ia rasakan selama hidup di Pulau Flores, saking banyaknya. Tetapi yang jelas, kali ini berbeda.

Sejurus kemudian saat menyadari gempa yang terasa amat keras, Sevrin bersama keluarga langsung berusaha mengamankan diri agar tidak terkena atau tertimpa material rumah. Pada saat itu, suara saut menyaut minta tolong terdengar dari rumah-rumah tetangganya. Nuansa kepanikan sangat kentara.

Gempa merusak bangunan di Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, NTT.

Read Entire Article
Food |