CIA Ungkap Risiko Baru Rusia, Polandia Siaga di Perbatasan Ukraina

9 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polandia meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi provokasi Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina dengan negara-negara Eropa. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengungkapkan dirinya telah menerima laporan terperinci dari Direktur CIA Jim Ratcliffe mengenai kemungkinan munculnya berbagai insiden baru dalam beberapa bulan mendatang.

Informasi tersebut disampaikan Tusk setelah Ratcliffe baru-baru ini melakukan kunjungan ke Moskow. Menurut Tusk, laporan intelijen yang diterimanya menunjukkan Polandia dan negara-negara Eropa di sisi timur Uni Eropa harus bersiap menghadapi berbagai skenario yang berkaitan dengan perkembangan perang Rusia-Ukraina.

"Dalam beberapa jam terakhir, saya menerima laporan yang cukup terperinci langsung dari direktur CIA mengenai kemungkinan insiden dalam beberapa bulan mendatang," kata Tusk saat berbicara di Bratislava, Slovakia.

Tusk mengatakan peringatan tersebut sejalan dengan kekhawatiran yang telah berulang kali dia sampaikan dalam beberapa bulan terakhir. Menurut dia, Rusia berpotensi tidak hanya meningkatkan tekanan militer di Ukraina, tetapi juga melakukan provokasi terbatas maupun operasi hibrida terhadap negara-negara yang berada di garis depan Eropa.

Kekhawatiran itu semakin besar setelah muncul sejumlah insiden di sekitar titik penyeberangan perbatasan Ukraina dengan negara-negara tetangganya. Tusk menilai kejadian-kejadian tersebut dapat menjadi gambaran awal pola tekanan baru Rusia terhadap jalur penghubung Ukraina dengan Eropa.

Dua orang dilaporkan tewas setelah drone Rusia menghantam titik penyeberangan Starokozache antara Ukraina dan Moldova pada Selasa malam. Sehari kemudian, menurut Tusk, ancaman langsung terhadap sebuah titik penyeberangan Polandia-Ukraina berhasil dihindari berkat kerja sama antara Warsawa dan Kyiv.

Tusk tidak memberikan rincian lebih jauh mengenai insiden di perbatasan Polandia tersebut. Dia juga tidak memaparkan bukti langsung keterlibatan Rusia dalam kejadian itu.

Namun, Tusk menilai pola ancaman yang muncul di sepanjang perbatasan Ukraina tidak boleh diabaikan. Menurut dia, Moskow telah menunjukkan kecenderungan melakukan serangan di sekitar titik-titik penyeberangan yang menjadi jalur penting bagi perdagangan, bantuan, dan mobilitas Ukraina dengan negara-negara Eropa.

"Rusia telah memutuskan untuk melakukan serangan-serangan provokatif terhadap titik penyeberangan perbatasan, misalnya di Moldova," kata Tusk.

"Kami memperkirakan tindakan serupa juga akan terjadi terhadap penyeberangan perbatasan dengan Ukraina di negara-negara lain, termasuk Polandia."

Ukraina berbatasan dengan lima negara Eropa, yakni Polandia, Slovakia, Hungaria, Rumania, dan Moldova. Di sisi lain, Ukraina juga berbatasan langsung dengan Rusia dan Belarus, sekutu utama Moskow.

Posisi geografis tersebut menjadikan titik-titik perbatasan Ukraina dengan Uni Eropa memiliki nilai strategis tinggi. Jalur-jalur tersebut tidak hanya digunakan untuk perdagangan dan mobilitas warga, tetapi juga menjadi salah satu urat nadi pengiriman bantuan ekonomi dan militer dari Barat ke Ukraina.

Read Entire Article
Food |