Cibiran Trump soal Pemakaman Ali Khamenei, Sebut Duka Warga Iran Palsu

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari rangkaian prosesi pemakaman almarhum Ayatollah Ali Khamenei yang telah dimulai di Iran pada Sabtu (4/7/2026). Dia mengaku terkejut menyaksikan bagaimana masyarakat Iran sangat berduka atas kepergiannya. 

Dalam sebuah wawancara dengan Axios, Trump menyampaikan bahwa dia mengira masyarakat Iran membenci almarhum Ayatollah Ali Khamenei. Masih dengan keyakinan demikian, Trump skeptis bahwa kesedihan yang diperlihatkan warga Iran merupakan ekspresi duka murni. "Mungkin itu air mata palsu," ujar Trump. 

Kepada Axios, Trump mengatakan bahwa Iran "memohon" untuk menjalin kesepakatan dengan AS. Namun kedua belah pihak memutuskan untuk menunda pembicaraan hingga rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei tuntas dilaksanakan. 

Trump mengungkapkan, selama masa jeda pembicaraan, Iran dan AS tidak akan saling melancarkan serangan. "Mereka semua ada di sana. Satu tembakan (dan kami bisa menghabisi mereka semua), tetapi kami tidak akan melakukan itu karena kemudian kami tidak akan punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi," ucapnya. 

Iran telah memulai prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu. Rangkaian dimulai dengan menyemayamkan peti jenazah Khamenei di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran. Hal tersebut membuka kesempatan bagi jutaan warga Iran untuk memberikan penghormatan terakhir pada Khamenei. 

Selain itu, delegasi dan pejabat dari berbagai negara turut hadir untuk memberikan penghormatan kepada almarhum. Rangkaian prosesi pemakaman Khamenei tidak hanya dilaksanakan di satu lokasi. 

Menurut laporan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, setelah dari Teheran, rangkaian prosesi pemakaman akan turut dilaksanakan di kota suci Qom pada 7 Juli 2026. Setelah itu jenazah Khamenei akan dibawa ke Mashhad. 

Khamenei diagendakan dimakamkan di Kuil Imam Reza yang dianggap sebagai tempat paling suci di antara para penganut Syiah pada 9 Juli 2026. Pemakaman putri dan menantu Khamenei, yang turut terbunuh akibat serangan AS-Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026 lalu, akan dilaksanakan pada hari yang sama. 

Saat ini posisi pemimpin tertinggi Iran dipegang oleh putra Ali Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei. Istri dari tokoh berusia 56 tahun tersebut juga terbunuh akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026.

Read Entire Article
Food |