REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Quantum Cyber N.V. memperkenalkan PHANTOM-950, konsep pesawat nirawak jarak jauh yang ditargetkan mampu menjalankan misi hingga 950 kilometer, terbang pada ketinggian 18 ribu meter, dan membawa muatan maksimal 10 kilogram. Namun, pesawat itu belum berbentuk prototipe, belum pernah diuji terbang, dan seluruh angka performanya masih berupa sasaran desain internal perusahaan.
Pengungkapan status pengembangan tersebut penting karena sejumlah laporan menyebut PHANTOM-950 sebagai drone berarsitektur siluman yang hampir siap diproduksi. Dokumen perusahaan justru menyatakan gambar yang dipublikasikan hanya ilustrasi hasil komputer, bukan foto pesawat yang telah selesai dibuat. Spesifikasinya juga belum diverifikasi secara independen.
Quantum Cyber merupakan perusahaan terdaftar di Nasdaq yang berkantor pusat di Mainz, Jerman, tetapi sedang membangun kemampuan manufaktur pertahanan di Amerika Serikat. PHANTOM-950 dirancang sebagai bagian dari portofolio sistem otonom perusahaan untuk misi pemerintah, pertahanan, dan komersial.
“PHANTOM-950 mewakili langkah lain dalam evolusi portofolio platform otonom kami,” kata David Lazar, CEO Quantum Cyber, dalam pernyataan perusahaan yang dimuat UAS Vision pada Jumat, 10 Juli 2026. Lazar mengatakan perusahaan ingin mengembangkan sistem modular yang dapat digunakan untuk beragam misi sekaligus memanfaatkan kapasitas manufaktur yang sedang dibangun di AS.
Blended-Wing dan Klaim Sulit Terdeteksi
PHANTOM-950 dirancang dengan konfigurasi blended-wing, yakni bentuk yang menyatukan bagian badan dan sayap dengan transisi permukaan lebih halus. Pesawat itu juga direncanakan memakai sistem propulsi multitahap untuk mendukung fase peluncuran, jelajah, dan penerbangan terminal.
NextGen Defense, dalam laporan pada Senin, 6 Juli 2026, menggambarkan konfigurasi tersebut sebagai “arsitektur siluman” yang ditujukan untuk mengurangi kemungkinan terdeteksi radar di wilayah udara yang diperebutkan. Namun, rilis resmi Quantum Cyber tidak mencantumkan angka radar cross-section atau RCS, material penyerap radar, rancangan saluran masuk mesin, karakter emisi panas, maupun hasil pengujian radar.
Bentuk badan dan sayap yang menyatu memang dapat membantu kinerja aerodinamika serta mengurangi pantulan radar pada rancangan tertentu. Dokumentasi NASA mengenai sejarah desain pesawat mencatat bahwa pembentukan badan dan sayap yang menyatu pernah digunakan untuk meningkatkan performa aerodinamika sekaligus mengurangi RCS. Namun, bentuk dasar saja belum cukup membuktikan bahwa sebuah pesawat memiliki kemampuan siluman operasional.
Karena itu, PHANTOM-950 lebih tepat disebut dirancang dengan karakteristik berpotensi rendah terdeteksi, bukan drone siluman yang kemampuannya sudah terbukti. Penilaian lebih pasti baru dapat dilakukan setelah perusahaan menunjukkan prototipe, konfigurasi final, serta hasil uji elektromagnetik dan penerbangan.

14 hours ago
19


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)











