REPUBLIKA.CO.ID, SAWAHLUNTO, – Festival Budaya Nagari Creative Hub (NCH) Sikalang di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menjadi media akselerasi pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta kekayaan budaya lokal. Acara ini mengemas potensi daerah dalam sajian menarik yang dipromosikan melalui konten digital.
Kepala Desa Sikalang, Lambang Wicaksono, di Sawahlunto, Senin (21/9), mengatakan festival tersebut merupakan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan dan memperkenalkan produk lokal serta kekayaan budaya Sikalang kepada publik.
"Festival sudah digelar pada Kamis (17/9) kemarin menghadirkan peragaan busana batik khas dan produk lokal Sikalang, pasar kuliner jadoel dan tradisional, serta pentas seni berupa tari kolosal, tari batik, teater bahasa Tangsi, kuda kepang, musik keroncong, rebana, dan barzanji," ujar dia merinci.
Menurut Lambang, kegiatan tersebut berdampak terhadap aktivitas ekonomi UMKM lokal, khususnya pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif. Warga, terutama generasi muda, juga terlibat aktif dalam merancang dan mengemas kegiatan, sehingga memperoleh pengalaman dalam penyelenggaraan kegiatan.
Role Model Integrasi Digital
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Ahmad Zakri, mengatakan NCH Sikalang merupakan role model bagi pengembangan NCH di kabupaten dan kota lainnya. Alasannya, program ini mengintegrasikan teknologi digital dalam pemasaran kekayaan budaya dan UMKM lokal.
"NCH dijalankan melalui sistem kolaborasi dengan pembagian tugas yang konkret dan adaptif bagi pihak terkait. Festival budaya menjadi salah satu kegiatan untuk mempromosikan dan mendiseminasikan NCH kepada publik sekaligus menjadi etalase yang menunjukkan aktivitas NCH," katanya.
Ia menyebut ekonomi merupakan inti NCH, sedangkan pelestarian budaya dan produk lokal menjadi bagian yang turut berkembang melalui ekosistem tersebut. Dengan demikian, masyarakat memperoleh akses pemasaran ke tingkat provinsi, nasional, hingga global.
Pengembangan NCH juga menempatkan masyarakat dan generasi muda sebagai bagian dari proses pengelolaan potensi lokal. Kegiatan budaya pun dapat dikemas menjadi produk dan aktivitas kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
"Melalui pendekatan ini NCH mempertemukan potensi budaya, pelaku UMKM, kreativitas masyarakat, dan teknologi digital dalam satu ekosistem promosi. Festival menjadi ruang pertemuan secara langsung, sedangkan kanal digital digunakan untuk memperluas pengenalan produk dan kekayaan lokal kepada pasar," ujar dia menjelaskan.
Dukungan Dekranasda
Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto, Ny Yori Gemitia Riyanda, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempercepat promosi ekonomi kreatif berbasis budaya di Sikalang.
"Dekranasda Kota Sawahlunto juga siap berperan dalam pendampingan dan pengembangan kegiatan serupa, termasuk mengevaluasi pelaksanaan bersama pihak terkait untuk merancang penguatan kegiatan, sehingga dampak dan jangkauan promosi produk UMKM serta budaya lokal dapat diperluas," kata dia.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
5
















































