Italia Batasi Pelajar Asing, Larang Burqa dan Hijab di Sekolah

3 hours ago 8

Ilustrasi Muslimah.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Ahad (20/9/2026), mengatakan Italia sedang mempersiapkan langkah kebijakan untuk membatasi jumlah siswa asing di sekolah serta melarang penggunaan burqa dan hijab di lingkungan sekolah.

"Anak-anak Italia tidak boleh merasa seperti kelompok minoritas di dalam kelas," kata Meloni dalam acara Fenix, sebuah festival pemuda nasional yang diselenggarakan oleh organisasi kepemudaan dari partainya, Brothers of Italy (FdI).

"Sungguh tidak masuk akal jika ruang kelas Italia, anak-anak Italia merasa terpojok karena mereka menjadi kelompok minoritas. Hal itu tidak bisa dibiarkan," katanya, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita ANSA.

Dia lebih lanjut menyatakan pemerintahannya akan melarang penggunaan burqa dan hijab di sekolah. Meloni juga mengatakan orang tua dari siswa asing yang kesulitan beradaptasi dengan sistem sekolah akan diwajibkan mempelajari bahasa Italia. Menurut Meloni, langkah kebijakan itu diperkirakan akan segera diajukan ke Dewan Menteri.

Larangan penutup wajah sebenarnya bukan isu baru di Italia. Pada Januari lalu, partai sayap kanan Lega, sekutu utama FdI, juga mengajukan RUU serupa. Namun langkah-langkah tersebut selalu memicu perdebatan hukum dan HAM.

Pada Oktober 2025, FdI mendorong rancangan undang-undang (RUU) untuk melarang penggunaan cadar yang menutupi wajah secara penuh seperti burqa dan niqab di tempat umum. Aturan ini akan diberlakukan di ruang publik termasuk jalan umum, sekolah, universitas, kantor pemerintahan, hingga toko.

RUU tersebut diajukan oleh anggota parlemen FdI Sara Kelany, bersama politisi kanan lainnya Galeazzo Bignami dan Francesco Filini. Mereka mengklaim larangan ini bertujuan mencegah berkembangnya apa yang mereka sebut fundamentalisme Islam dan terbentuknya kantong masyarakat paralel yang dinilai berpotensi menerapkan hukum syariah di luar hukum Italia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |