Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz memberikan sambutan saat Mujahadah Kubro dalam rangka hari lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Ahad (8/2/2026). Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 atau Satu Abad Masehi tersebut mengangkat tema Memperkokoh Jamiyah, Tradisi, Kontribusi dalam Mengembangkan Peradaban.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah mendapat dorongan dan penugasan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Gus Kikin mengaku akan mengusung dan memperkuat Qanun Asasi sebagai dokumen dasar NU yang disebut pernah diberlakukan pada masa awal berdirinya organisasi.
“Ke Makassar ini, satu, silaturahim. Kedua, saya menyampaikan ada buku Qanun Asasi,” kata Gus Kikin usai bertemu dengan ratusan kader NU dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Makassar, Jumat malam (14/8/2026).
Gus Kikin mengatakan kunjungannya tersebut selain untuk bersilaturahim dengan para ulama dan sesepuh NU, juga untuk menyampaikan kembali keberadaan Qanun Asasi.
Menurut dia, Qanun Asasi merupakan dokumen yang pernah menjadi pedoman NU pada masa awal organisasi berdiri, tetapi kemudian tidak lagi ditemukan hingga akhirnya kembali ditemukan.
Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Qanun Asasi dapat kembali diterapkan dalam kehidupan organisasi NU. Jika dipercaya memimpin PBNU, ia menyebut misi utamanya adalah menghidupkan kembali nilai-nilai Qanun Asasi.
sumber : Antara

8 hours ago
12































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)










