Iran Janji Balas Serangan AS-Israel ke Fasilitas Nuklir Sipil

7 hours ago 6

Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran akan “menerapkan harga yang mahal” atas serangan Israel terhadap beberapa lokasi infrastruktur penting di negara tersebut sejak Jumat malam. Serangan-serangan itu dilakukan di tengah janji Presiden AS Donald Trump tak menyerang fasilitas sipil Iran sampai April nanti.

“Israel telah menyerang dua pabrik baja terbesar Iran, sebuah pembangkit listrik dan situs nuklir sipil, serta infrastruktur lainnya,” kata Araghchi dalam unggahan di media sosial.

Lokasi yang menjadi sasaran termasuk Fasilitas Air Berat Khondab, Pabrik Produksi Kue Kuning Ardakan, dan pabrik baja besar di Khuzestan dan Mobarakeh.

"Israel mengklaim tindakannya berkoordinasi dengan AS. Serangan ini bertentangan dengan perpanjangan batas waktu diplomasi POTUS (Presiden AS). Iran akan menuntut hukuman yang BERAT untuk kejahatan Israel."

Seorang pejabat senior Iran mengatakan serangan AS terhadap Iran sekaligus menandai bahwa perundingan “tidak dapat ditoleransi.” Ia menambahkan bahwa Teheran belum memutuskan apakah akan menanggapi usulan AS sehubungan dengan serangan terhadap infrastruktur industri dan nuklir.

Semalam, Organisasi Energi Atom Iran telah melaporkan bahwa sebuah proyektil menghantam dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, yang dikatakannya sebagai serangan ketiga yang dilakukan pasukan AS dan Israel, menurut laporan Tasnim.

Serangan yang terjadi malam ini “tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian finansial atau teknis”, kata organisasi itu.

Ia menambahkan bahwa “menargetkan fasilitas nuklir untuk tujuan damai merupakan pelanggaran yang jelas terhadap peraturan dan komitmen internasional mengenai kekebalan pusat-pusat tersebut dari serangan militer”, dan menyatakan bahwa hal tersebut “dapat secara serius mengancam keamanan dan keselamatan kawasan”.

Gubernur Isfahan, Mehdi Jamalnejad, mengatakan serangan AS-Israel baru-baru ini telah menewaskan 25 pekerja di berbagai wilayah di provinsi Isfahan, kantor berita Iran IRNA melaporkan.

Jamalnejad mengatakan dua pembangkit listrik dan kompleks produksi di provinsi tersebut dengan kapasitas 914 dan 250 megawatt di wilayah Mobarakeh hancur dalam serangan itu, dan sebagian bengkel produksi baja Mobarakeh juga rusak. Dia menambahkan bahwa pasukan bantuan dan tim penyelamat sedang membersihkan puing-puing di lokasi yang menjadi sasaran.

Read Entire Article
Food |