REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Ketua Tim Manajemen dan Operasional BMKG Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, Giarto, mengatakan, suhu cuaca panas di Semarang dan wilayah Jawa Tengah (Jateng) secara umum masih akan meningkat hingga Oktober 2026. Terdapat kemungkinan suhu panas dapat mencapai atau bahkan melebihi 39,6 derajat celcius.
“Pada saat ini, di tahun 2026 di semester kedua ini, kita terdampak El Nino dengan indeks sangat kuat. El Nino ini memberikan dampak apa? Pertama, kekeringan; kedua, berkurangnya curah hujan di wilayah kita,” ungkap Giarto ketika ditanya soal cuaca panas menyengat yang melanda Jateng belakangan ini, Selasa (22/9/2026).
Dia menambahkan, saat ini juga tengah berlangsung gerak semu matahari dari ekuator menuju belahan bumi selatan yang turut melintasi wilayah Jawa. “Itu menyebabkan radiasi yang kita terima juga meningkat. Sehingga tempratur pada bulan September, Oktober, ini akan meningkat,” ujarnya.
Giarto menerangkan, berdasarkan riwayat pencatatan oleh Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani Semarang pada rentang tahun 2000 hingga 2020, suhu tertinggi kerap terjadi pada Oktober. “Suhu terukur yang tertinggi itu 39,6 derajat celcius. Itu di tahun 2015,” kata dia.
Ia menjelaskan, El Nino dengan indeks cukup kuat membuat udara menjadi lebih kering dan panas. Menurut Giarto, tak menutup kemungkinan suhu panas tahun ini bisa melampaui 39,6 derajat celcius.
“Pastinya dengan perubahan vegetasi, perubahan populasi, dan juga perubahan iklim yang menimpa kita, pastinya ada peningkatan untuk nanti suhu maksimumnya yang terukurnya. Yang terukur bisa lebih dari itu, apalagi yang dirasakan. Yang dirasakan pastinya lebih panas karena tergantung posisi kita di (wilayah) mana,” ucap Giarto.
Giarto menambahkan, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan di Jateng pada Oktober mendatang masih kecil. “Sehingga peningkatan suhu masih terus bisa dirasakan,” ujarnya.
Dengan demikian, kekeringan pun masih akan berlangsung di wilayah Jateng. “Dampak secara alamnya adalah kekeringan, kekurangan air, pastinya air tanah juga akan sedikit berkurang. Mungkin di kehidupan sehari-hari PDAM yang tadinya lancar bisa menjadi sedikit macet,” kata Giarto.

3 hours ago
6
















































