REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Band Juicy Luicy akhirnya buka suara terkait polemik batal tampil dalam festival musik XYZ Live Ground di Kota Batam, Sabtu (5/9/2026). Melalui unggahan di Instagram, Juicy Luicy mengatakan keputusan batal tampil bukan sekadar biaya kelebihan bagasi, namun karena masalah operasional dan pelunasan yang tak jelas.
"Beberapa hari ini menjadi hari yang cukup berat buat kami, Juicy Luicy, karena narasi dan fakta yang dengan mudahnya di putar balikkan dan ditujukan kepada kami," kata pihak band dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/9/2026).
Menurut mereka, masalah operasional sudah muncul sejak H-7 acara, di mana semestinya penyelenggara sudah melunasi honor dan biaya operasional. Namun meski sudah ditagih berulang kali, jawaban pihak penyelenggara selalu tak pasti.
"Proses yang sungguh melelahkan, setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak h-7 acara, yang dimana seharusnya sudah diselesaikan. Kadang digantung, seringnya tidak dibalas, mungkin seharusnya kami kaku saja menerapkan pembatalan karena penyelenggara tidak kunjung melaksanakan kewajiban," kata band.
Juicy Luicy mengatakan pelunasan honor baru dilakukan sekitar 18 jam sebelum jadwal keberangkatan ke Batam. Sayangnya, menurut mereka, saat itu penyelenggara belum memenuhi akomodasi seperti tiket pesawat, penginapan, dan operasional lain yang tercantum dalam kesepakatan.
"Setelah kami kejar terus-menerus, akhirnya pelunasan biaya tampil dilakukan di 18 jam sebelum waktu keberangkatan kami ke Batam. Itu pun tidak beserta tiket hingga bukti penginapan sesuai kesepakatan. Hampir tiap jam kami menagih penyelenggara, namun selalu mendapat jawaban 'sebentar' atau semacamnya," kata Juicy Luicy,
Setelah memberikan ketegasan tidak akan berangkat tanpa kepastian tiket, penyelenggara disebut mengirimkan tiket keberangkatan pada pukul 22.26 WIB. Namun menurut Juicy Luicy, beberapa kebutuhan lain termasuk pre-paid bagasi tambahan yang tercantum dalam riders, belum dipenuhi.
Juicy Luicy juga menyatakan bahwa penyelenggara lamban dalam merespon masalah kelebihan bagasi. Menurut pihak band, saat melakukan pengecekan biaya prepraid bagasi melalui situs maskapai, biayanya mencapai Rp 44 juta.
Menjelang tengah malam, pihak penyelenggara menawarkan pembayaran Rp 26 juta terlebih dahulu agar rombongan band dapat segera menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sementara sisanya, menurut Juicy Luicy, dijanjikan akan dibayarkan ketika mereka tiba di bandara.
"Tapi lagi-lagi semua hanya janji semata, sesampainya di bandara penyelenggara bahkan belum melakukan transfer 26 juta yang dijanjikan," kata mereka.
Band yang digawangi Julian Kaisar dan kawan-kawan kemudian tetap menuju konter maskapai untuk mempersiapkan keberangkatan. Akan tetapi, biaya pembelian bagasi di bandara lebih mahal dibandingkan harga prepaid, yakni mencapai Rp64 juta.
Karena merasa sudah jengah dengan sikap penyelenggara yang selalu "menggantung", mereka pun memutuskan untuk tidak berangkat ke Batam.
"Bagaimana mungkin kami percaya bahwa penyelenggara akan membayarkan angka yang sangat besar tersebut setelah kami dibohongi berkali-kali? Karena itu kami memutuskan untuk tidak pergi ke Batam di hari Sabtu itu," kata band.

1 hour ago
5
















































