Keluh Pemilik Bengkel dan Konsumen Usai Harga Oli Naik 'Gila-gilaan'

3 hours ago 4

Montir memperbaiki sepeda motor di bengkel di Jakarta. Pemilik bengkel hingga konsumen mengeluhkan kenaikan harga komponen motor yang sangat signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kenaikan oli di pasaran dalam sebulan terakhir memaksa pemilik bengkel di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menaikan harga gila-gilaan. Penyebab utamanya disebut berkaitan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ditambah naiknya harga bahan baku berbasis minyak dan komponen impor.

"Sudah sebulan, dari awal Mei kalau enggak salah. Naik mulai dari 10 persen sampai 25 persen, ya kalau harga di kisaran Rp10 ribu sampai Rp20 ribu kenaikannya," kata Erwin (31), salah seorang pemilik bengkel asal Bandung Barat, Jumat (12/6/2026).

Kenaikan harga pelumas sintetik dan yang impor bahkan lebih tinggi lagi. Kenaikan harga oli itu mengagetkan konsumen yang datang. Namun akhirnya mereka tetap terpaksa membeli karena kebutuhan primer bagi perawatan kendaraan.

"Ya pastinya banyak keluhan, tanya kenapa oli bisa naik. Cuma kan oli juga ini mengikuti harga minyak dunia ya. Tapi meskipun naik, akhirnya ya dibeli juga karena kan butuh. Terus buat stok, sempat kosong pas awal kenaikan, cuma sekarang sudah berangsur normal," ujar Erwin.

Kenaikan harga tak cuma pada produk oli saja, namun juga pada suku cadang lain di antaranya ban. Namun kenaikan suku cadang selain oli dianggap masih wajar dengan kisaran Rp5 ribu sampai Rp10 ribu.

"Masih normal lah ya naiknya, ban itu rata-rata kenaikannya Rp5 ribu. Kalau segitu kan masih wajar, tapi menurut saya sparepart motor mau mahal gimanapun tetap penting, karena motor perlu perawatan," kata Erwin.

Rezza Syaef (23) mengatakan, kenaikan harga oli ini sangat memberatkan. Sebelumnya ia biasa memakai oli yang harganya Rp55 ribu, namun saat penggantian terakhir harganya naik menjadi Rp70 ribu.

"Biasanya isi oli itu yang harganya Rp55 ribu, minggu kemarin pas isi di bengkel ternyata sudah Rp70 ribu harganya, terus merek oli lainnya kosong. Pusing pasti, harga BBM naik, ternyata naik juga oli," kata Rizaldi.

Read Entire Article
Food |