PCM Kebayoran Baru Ajak Warga Padukan Inovasi Digital dan Penguatan Spiritual

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru merumuskan sejumlah langkah strategis untuk membantu para pengurus, guru, dan tenaga kependidikan yang mengabdi di lembaga-lembaga pendidikan milik Persyarikatan.

Strategi itu dibuat dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, terutama sejak adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang dapat berimbas pada kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Ketua PCM Kebayoran Baru M Said Matondang mengatakan, kegiatan tersebut relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang menghadapi berbagai penyesuaian biaya hidup. Ia menegaskan, pihaknya merumuskan langkah-langkah konkret agar kesejahteraan warga dan guru amal usaha Muhammadiyah (AUM) setempat tetap terjaga.

"Melalui momentum ini, kami ingin memberikan solusi nyata agar kesejahteraan warga dan guru AUM tetap terjaga," ujar Said dalam kegiatan Malam Bina Iman Taqwa (MABIT) yang digelar di Masjid At Taqwa, Komplek Perguruan Muhammadiyah Limau, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Faozan Amar, hadir sebagai narasumber utama.

Dosen FEB UHAMKA itu menekankan, dalam menghadapi tantangan ekonomi, warga Persyarikatan memerlukan kombinasi antara inovasi, ikhtiar, dan penguatan spiritual.

"Menghadapi kesulitan ekonomi tidak cukup hanya dengan mengeluh, tetapi harus disikapi dengan ikhtiar, inovasi, dan tawakal. Gaji saja tidak cukup jika kita tidak kreatif," ujar Faozan.

Di hadapan ratusan peserta, Faozan memaparkan empat strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan jamaah. Strategi pertama adalah memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan keterampilan digital guna menciptakan sumber pendapatan tambahan yang halal di luar gaji pokok.

Menurut dia, guru dan karyawan Muhammadiyah perlu bertransformasi menjadi knowledge worker yang mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Penguasaan AI, sistem pembelajaran digital, hingga pembuatan konten edukasi dinilai dapat membuka peluang usaha baru, mulai dari kelas bimbingan belajar daring, penulisan buku ajar digital, hingga pemasaran produk UMKM ke pasar yang lebih luas.

Strategi kedua adalah memperkuat dimensi spiritual melalui ketakwaan dan sedekah. Faozan mengutip Surah Ath-Thalaq ayat 2-3 yang menegaskan bahwa ketakwaan dapat membuka jalan keluar dan menghadirkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menghidupkan semangat berbagi sebagaimana diajarkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 dan spirit Al-Ma'un. Menurutnya, pembentukan dana sosial internal dan gerakan infak harian dapat menjadi sarana untuk saling membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

Langkah ketiga adalah menerapkan manajemen keuangan keluarga secara disiplin dengan mendahulukan kebutuhan dibanding keinginan. Faozan mengingatkan bahaya ketergantungan terhadap layanan paylater dan berbagai bentuk utang konsumtif yang berpotensi membebani kondisi keuangan rumah tangga.

Ia menawarkan pola pengelolaan keuangan yang lebih terukur, yakni 60 persen pendapatan untuk kebutuhan pokok, sementara masing-masing 10 persen dialokasikan untuk dana darurat, tabungan investasi, pendidikan anak, dan kegiatan sosial. Skema tersebut dinilai dapat membantu keluarga menjaga stabilitas keuangan dalam jangka panjang.

Adapun strategi keempat adalah membangun ekosistem ekonomi jamaah yang mandiri dan saling menguatkan. Warga Muhammadiyah didorong untuk mengembangkan semangat ta'awun dengan mengutamakan transaksi ekonomi di lingkungan usaha sesama jamaah.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui penyusunan direktori usaha warga, penyelenggaraan bazar rutin, serta penguatan koperasi syariah PCM. Dengan cara itu, perputaran uang dan manfaat ekonomi diharapkan dapat tetap beredar di lingkungan internal persyarikatan.

Faozan menegaskan bahwa PCM Kebayoran Baru memiliki tiga agenda besar ke depan, yaitu menjaga kesejahteraan warga, memperkuat ekonomi jamaah melalui UMKM, dan mendorong diversifikasi pendapatan Amal Usaha Muhammadiyah agar tidak hanya bergantung pada iuran pendidikan.

"Masa efisiensi adalah momentum memperkuat kemandirian ekonomi. Jika keluarga kuat, sekolah kuat, maka Muhammadiyah akan semakin berkemajuan," pungkasnya.

Selain sesi pembinaan ekonomi dan spiritual, kegiatan MABIT juga diisi dengan pelantikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah, penyerahan surat keputusan penjabat kepala sekolah, serta penyegaran pengurus di lingkungan PCM Kebayoran Baru.

Read Entire Article
Food |