Kondom Bekas Berserakan di Kebon Kosong Dekat Masjid Al-Hidayah Cirebon, Diduga Tempat Protitusi

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Kondisi memprihatinkan terjadi pada Masjid Al-Hidayah, yang disebut sebagai aset Pemkot Cirebon. Masjid yang tepat berdiri di belakang Terminal Harjamukti, Kota Cirebon itu terlihat sepi dan kurang terawat. Bahkan di kebon kosong samping masjid ditemukan banyak alat kontrasepsi bekas (kondom) berserakan.

Pantauan di lokasi, Selasa (19/8/2026), area halaman masjid dipenuhi sampah dedaunan kering dan rumput. Bahkan, adapula sampah berupa tisu magic dan alat kontrasepsi kondom yang berserakan di area terbuka yang berjarak sekitar lima meter dari bangunan masjid.

Seorang warga yang mengunjungi masjid tersebut, Hera Damayanti, mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Ia berharap Pemkot Cirebon memberikan perhatian mengingat masjid itu merupakan bagian dari aset milik Pemkot Cirebon.

"Saya sebagai masyarakat Kota Cirebon sangat memohon bantuan Pemerintah Kota Cirebon," kata Hera.

Hera mengakui, pemerintah daerah mungkin mengalami kesulitan anggaran untuk merenovasi dan merawat masjid tersebut. Untuk itu, ia berharap agar Pemkot Cirebon memberikan kemudahan perizinan dan akses bagi masyarakat ataupun pihak swasta yang ingin merenovasi masjid tersebut.

“Tolong berikan kemudahan aksesnya. Jangan dipersulit," tegasnya.

Sementara itu, di balik kondisi Masjid Al Hidayah, ada sosok Riza (36), marbot yang telah mengabdi secara sukarela selama 13 tahun. Setiap pagi, ia selalu menyapu dan mengepel masjid hingga bersih.

Setelah itu, Riza meninggalkan masjid untuk mencari nafkah sebagai tukang ojek karena tidak memperoleh gaji dari tugasnya sebagai marbot. Untuk itu, ia tidak bisa memantau kondisi masjid pada siang hingga sore hari.

"Bukannya kurang terawat. Saya semaksimal mungkin membersihkan setiap pagi, nyapu, ngepel. Sedangkan kalau siang atau sore kotor, ya saya pergi ngojek,” ucapnya.

Riza menjelaskan, saat Terminal Harjamukti masih ramai, kondisi Masjid Al-Hidayah juga ikut ramai didatangi masyarakat. Namun, setelah terminal ditutup, kondisi masjid akhirnya menjadi sepi. Apalagi, akses jalannya juga sulit.

Riza mengakui, aktivitas sholat lima waktu masih berlangsung di masjid tersebut meski dengan jumlah jamaah yang sedikit. Ia menyebut kondisi masjid menjadi lebih ramai hanya saat pelaksanaan Sholat Jumat.

Ia menambahkan, Masjid Al Hidayah memiliki struktur Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Menurutnya, pengelolaan DKM berkaitan dengan pihak Dinas Perhubungan.

"Ada struktur DKM-nya," ucapnya.

Read Entire Article
Food |