REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Sebanyak 53 orang penghuni Apartemen Teluk Intan di Jalan Teluk Intan, Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dievakuasi petugas pemadam kebakaran pada Minggu malam. Kebakaran yang dipicu oleh korsleting listrik ini membuat para korban terjebak di dalam kamar masing-masing, namun seluruhnya berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa objek yang pertama kali terbakar adalah panel listrik di lantai 8. Api kemudian dengan cepat menjalar ke sejumlah lantai lainnya.
Kronologi dan Evakuasi
“Api menjalar ke lantai 5, lantai 6, lantai 7, lantai 9, dan lantai 10 apartemen tersebut,” kata Gatot di Jakarta, Minggu. Berdasarkan keterangan saksi, pengelola apartemen sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Warga setempat yang melihat kepulan asap tebal segera menghubungi layanan darurat pemadam kebakaran. Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya mengerahkan kekuatan besar ke lokasi kejadian. “Kami mengerahkan 16 unit mobil damkar dengan 80 personel yang berjibaku memadamkan api,” ujarnya.
Proses pemadaman dimulai pada pukul 18.45 WIB. Petugas langsung melakukan lokalisir api agar tidak merembet lebih luas serta melakukan pendinginan. Secara paralel, tim penyelamat fokus mengevakuasi para penghuni yang terjebak di dalam bangunan. Seluruh korban yang dievakuasi, yang terdiri dari 21 pria, 24 perempuan dewasa, tujuh anak-anak, dan satu orang lansia, berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat.
Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar
Setelah berjuang selama hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.38 WIB. Gatot memastikan situasi telah aman dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.
Pihak berwenang menduga kuat kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik pada panel di lantai 8. Akibat kejadian ini, kerugian material ditaksir mencapai angka yang cukup besar, yakni sekitar Rp1,5 miliar.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
5
















































