Menunda Kuliah di Usia Muda, Pilihan atau Risiko Masa Depan?

11 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif memandang keputusan melanjutkan pendidikan tinggi merupakan bagian penting dalam menyiapkan masa depan generasi muda di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Namun, di kalangan anak muda, pilihan menunda kuliah masih kerap dianggap sebagai langkah realistis, terutama dengan alasan ingin bekerja lebih dulu. Kalimat “kerja dulu, kuliah nanti” terdengar wajar dan sering dibenarkan.

Ada yang ingin mandiri secara finansial, ada pula yang merasa pengalaman kerja lebih menjanjikan dibandingkan bangku kuliah. Di era media sosial, kisah sukses tanpa kuliah kerap tampil di permukaan dan membentuk persepsi seolah pendidikan tinggi bukan lagi kebutuhan utama.

Padahal, menunda kuliah bukan sekadar soal waktu, melainkan arah hidup. Banyak yang awalnya memiliki rencana matang untuk bekerja sementara, lalu melanjutkan pendidikan. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit yang akhirnya terjebak rutinitas, tanggung jawab yang bertambah, dan zona nyaman yang perlahan menggeser rencana awal.

“Bekerja itu baik, tetapi menunda belajar tanpa rencana yang kuat justru berisiko membuat seseorang kehilangan momentum penting dalam hidupnya,” ujar Muhamad Tabrani, Kepala Kampus kampus UBSI Kaliabang, Bekasi, yang dikutip Rabu (21/1/2026).

Kuliah sejatinya bukan hanya tentang mengejar gelar. Kampus menjadi ruang untuk melatih cara berpikir kritis, kemampuan menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, serta memahami perubahan sosial dan teknologi.

Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, kemampuan tersebut menjadi bekal penting yang tidak selalu diperoleh dari pekerjaan rutin.

Banyak anak muda berfokus pada penghasilan hari ini, namun lupa menyiapkan diri untuk lima atau sepuluh tahun ke depan. Tanpa peningkatan kompetensi, seseorang berisiko terjebak di posisi yang sama terlalu lama, sementara dunia terus bergerak maju.

Menunda kuliah sering dianggap sebagai bentuk keberanian. Namun, melanjutkan kuliah justru membutuhkan keberanian yang lebih besar, yakni berani bersabar, berproses, dan menyiapkan masa depan secara terarah.

Terlebih saat ini, peluang pendidikan semakin terbuka melalui biaya terjangkau, beasiswa, hingga kelas fleksibel bagi pekerja.

Menunda kuliah tidak selalu berujung kegagalan, tetapi risikonya nyata. Karena sering kali, yang ditunda hari ini bukan sekadar kuliah, melainkan masa depan itu sendiri.

Read Entire Article
Food |