Sejumlah warga mengambil air dari belik yang dibuat di dasar sungai yang mengering di Dusun Ngedat, Desa Ketro, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026). Selama tiga bulan terakhir, warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau sehingga terpaksa memanfaatkan air dari belik untuk mencuci, mandi, memenuhi kebutuhan usaha jasa cuci pakaian, dan memberi minum ternak, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari warga harus membeli air.
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad DN, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan
Khutbah Pertama
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره،
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله
وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ،.اللهم صل وسلم وبارك على محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين
أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَنَزَّلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ مُّبَٰرَكٗا فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ جَنَّٰتٖ وَحَبَّ ٱلۡحَصِيدِ
Jamaah Sidang Jumat rahimakumullah!
Hari ini, marilah sejenak kita merenungkan sesuatu yang begitu dekat dengan kehidupan. Bukan sesuatu yang jauh. Bukan sesuatu yang hanya terdengar dari berita. Ia hadir di sekitar kita, mengalir di antara kehidupan, menghidupkan tanah, dan menghidupi makhluk. Ia adalah air.
Selama air masih mengalir dari keran, sering kali nilainya terasa biasa. Selama sumur masih berisi, keberadaannya jarang direnungkan. Selama sungai masih mengalir, manusia terkadang lupa bahwa setiap tetesnya merupakan nikmat Allah. Namun ketika panas datang berkepanjangan, barulah terasa betapa berharganya setetes air. Pantaslah Allah berfirman:
وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ ٠
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman” (QS.Al-Anbiya: 30)
Tanpa air, tanah perlahan retak. Rumput mulai menguning. Sungai kehilangan derasnya. Sumur perlahan menyusut. Sawah kering kerontang.
Petani mulai menatap langit dengan penuh harap. Peternak mulai memikirkan persediaan air bagi hewan ternaknya. Masyarakat mulai menghitung persediaan air bersih.
Dan ketika kemarau semakin panjang, ancaman kebakaran hutan dan lahan pun semakin nyata. Di tengah panas yang membakar, manusia kembali belajar bahwa ada nikmat yang sering kali baru terasa nilainya ketika mulai berkurang.

6 hours ago
10
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)
