Orang Desa Gak Pakai Dolar, Haedar Nashir: Presiden Ingin Berdayakan Petani

4 hours ago 5

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menanggapi polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait dolar.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menanggapi polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang disebut tidak menggunakan dolar AS. Pernyataan ini disampaikan Prabowo pascapelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.600 per dolar AS. Prabowo menyebut hal tersebut tidak langsung berdampak pada masyarakat pedesaan yang dalam kesehariannya menggunakan mata uang rupiah.

Haedar menilai, pernyataan Prabowo kemungkinan besar dimaksudkan untuk menekankan pentingnya pemberdayaan sektor pertanian dan penguatan kedaulatan pangan nasional di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, publik perlu memahami pesan Presiden secara proporsional dan tidak menariknya ke konteks lain.

"Ya memang petani di desa enggak bayar pakai dolar, pakai rupiah. Tapi mungkin maksudnya Pak Presiden itu ingin memberdayakan petani, ya, dengan semangat membangun dunia pertanian dan kedaulatan pangan mandiri," kata Haedar saat dijumpai di Kompleks Unisa Yogyakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia juga menyinggung adanya kecenderungan sebagian pihak mengaitkan pernyataan tersebut dengan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. "Lalu ketika ada fluktuasi rupiah dan dolar lalu dikait-kaitkan," katanya.

Menurut Haedar, pesan Presiden sebaiknya dipahami sesuai konteks yang ingin disampaikan, yakni membangun optimisme terhadap sektor pertanian nasional dan ketahanan pangan di tingkat akar rumput. "Ya pahami saja pesan Presiden itu pada tempatnya, enggak usah dipahami dalam konteks lain," ungkapnya.

Read Entire Article
Food |