'Orang Penting Trump’: Rakyat Iran Inginkan Pembalasan

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Ketua Parlemen Republik Islam Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah tudingan media-media di Israel yang menyebut dirinya sebagai ‘orang penting’ versi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pembicaraan negosiasi penghentian peperangan. Ghalibaf menegaskan, seluruh masyarakat Iran, termasuk dirinya tetap teguh pada komitmen pembalasan terhadap agresi Zionis-AS.

“Seluruh rakyat Iran, menginginkan hukuman yang setimpal yang menimbulkan penyesalan sangat serius dari agresor Israel dan Amerika Serikat,” kata Ghalibaf seperti dikutip dari channel Telegram Mehr News, Selasa (24/3/2026).

Penyampaian Ghalibaf tersebut menjawab spekulasi dan upaya adu domba kepemimpinan di Iran atas pemberitaan di Israel yang menyebutkan dirinya sebagai pihak dari Teheran, yang berdiskusi dengan Trump untuk menerima penghentian perang.

Mehr News mengatakan, Ghalibaf seperti seluruh pemimpin dan pejabat yang tetap pada pendirian bersama seluruh rakyat Iran untuk tak menggubris semua proposal dialog, atau pembicaraan penghentian perang. Kata Ghalibaf pemberitaan di Israel yang menyebutkan namanya sebagai ‘orang penting’ di Teheran yang berkomunikasi dengan pihak di Washington untuk menegosiasikan ancaman Trump, adalah omong kosong.

“Laporan tentang negosiasi dengan Washington adalah berita palsu dari Israel,” kata dia. Ghalibaf pun meyakini, pernyataan Donald Trump yang menarik ancaman serangan besar militer AS ke fasilitas-fasilitas pembangkit listrik Iran, hanyalah upaya untuk meredam gejolak pasar yang sedang dalam krisis akibat penutupan Selat Hormuz.

"Berita-berita palsu tersebut bertujuan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak, untuk membantu Amerika Serikat dan rezim Israel keluar dari tekanan yang sulit,” ujar Ghalibaf.

Sebelumnya media Israel Ynetnews membocorkan dengan siapa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan kontak pembicaraan dengan pihak di Teheran yang berujung pada penundaan AS menyerang fasilitas pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran. Ynetnews mengatakan, Washington menjalin komunikasi dengan orang penting di Teheran yang merupakan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf.

“Pembicaraan AS-Iran sedang digelar dengan Ketua Parlemen Qalibaf,” begitu dalam Breaking News Ynetnews, yang juga dikutip oleh kantor berita di Turki, Anadolu Agency, Senin (23/3/2026). Di dalam pemberitaan Ynetnews itu, pembicaraan bukan cuma menyangkut soal ancaman Trump yang akan membombardir pembangkit listrik Iran terkait blokade terbatas Selat Hormuz. Akan tetapi dikatakan dalam berita itu, pembicaraan tersebut juga membahas tentang rencana pengakhiran perang yang diusulkan AS kepada Iran.

“Di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump, bahwa ia sedang berbicara dengan Iran tentang mengakhiri peperangan. Israel menilai bahwa di AS, pembicaraan itu sedang digelar bersama dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf,” begitu tulis Ynetnews.

Tapi kata Ynetnews, pembicaraan tersebut dilakukan secara tidak langsung. “Dan tidak diketahui dengan jelas, apakah Amerika benar-benar memiliki kontak langsung dengan Qalibaf,” begitu menurut berita itu.

Read Entire Article
Food |