REPUBLIKA.CO.ID, SOLOK, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, membentuk tim percepatan pembebasan lahan di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian. Langkah ini diambil untuk mendukung pelebaran jalan nasional dan mengurangi risiko kecelakaan di jalur rawan tersebut.
Wakil Bupati Solok, Candra, menyatakan bahwa pembentukan tim ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyelesaikan masalah yang telah berlangsung lama di lokasi tersebut.
“Kami telah mengadakan rapat koordinasi dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan masyarakat di lokasi itu. Ini bagian dari upaya membantu balai jalan nasional dalam percepatan penyelesaian persoalan yang ada,” ujarnya.
Proses pembebasan lahan harus dilakukan dengan cermat, mengikuti mekanisme dan aturan penggunaan keuangan negara. Oleh karena itu, tim yang dibentuk saat ini sedang melakukan kajian dan konsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menentukan nilai ganti lahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meskipun kewenangan ruas jalan tersebut berada di bawah tanggung jawab Balai Jalan Nasional karena statusnya sebagai jalan nasional, Pemkab Solok siap membantu percepatan penyelesaian karena alasan kemanusiaan dan keselamatan masyarakat. Kerja sama terus dilakukan dengan pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BPJN Sumbar.
Langkah Sementara untuk Keamanan Jalan
Sebagai solusi sementara, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok telah menurunkan tim teknis untuk memasang lampu penerangan jalan dan road barrier di sekitar tikungan dan area jembatan sejak Selasa (19/5). Kepala Dinas Perhubungan, Muhammad Djoni, mengatakan pemasangan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
“Kami sudah mengerahkan tim teknis untuk pemasangan lampu jalan dan road barrier sebagai langkah cepat sementara agar titik tersebut lebih aman dilalui masyarakat,” ujarnya.
Dishub juga akan mengevaluasi kebutuhan rambu tambahan dan penguatan sistem keselamatan jalan di kawasan tersebut. Ruas jalan di Jembatan Kutianyie dikenal rawan kecelakaan akibat tikungan tajam dan penyempitan jalan yang belum tuntas pembebasan lahannya.
Sebelumnya, beberapa kecelakaan telah dilaporkan di lokasi ini, termasuk kecelakaan yang dialami Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko. Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Solok telah menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait untuk membantu penyelesaian masalah pelebaran jalan di titik rawan tersebut.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
2















































