Pemprov Sumut Siapkan Puskesmas Mandrehe Jadi Rawat Inap pada 2026

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana meningkatkan kapasitas Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat menjadi puskesmas rawat inap pada tahun 2026. Langkah ini diambil guna memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan peningkatan kapasitas ini mencakup penambahan fasilitas, layanan rawat inap, tempat tidur, serta tenaga kesehatan. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung Puskesmas Mandrehe, Jumat.

"Kami memperkuat fasilitas, layanan rawat inap, hingga ketersediaan tenaga kesehatan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rumah sakit yang jaraknya cukup jauh," kata Bobby.

Ia menjelaskan Puskesmas Mandrehe merupakan fasilitas kesehatan terdekat bagi warga Kecamatan Mandrehe. Sementara itu, waktu tempuh menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) mencapai sekitar dua jam perjalanan.

"Karena itu, kita bangun layanan rawat inap di sini dan menambah tempat tidur agar dapat melayani lebih banyak pasien," ujarnya.

Skema Rotasi Dokter Spesialis

Menurut Bobby, peningkatan kapasitas Puskesmas Mandrehe merupakan langkah lanjutan setelah pemerintah pusat membangun rumah sakit di Kepulauan Nias. Namun, masyarakat yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten tetap membutuhkan layanan kesehatan yang lebih dekat.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis, Pemprov Sumut menyiapkan dokter spesialis melalui program pendidikan dan sistem rotasi tenaga kesehatan dari RSUD. Saat ini, sudah ada dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis.

"Sambil menunggu, kami sudah membuat skema rotasi dokter dari RSUD untuk mengisi pelayanan di sini," katanya.

Pemprov Sumut juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memberikan beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri Kepulauan Nias.

"Termasuk kerja sama dengan USU dan UGM, di mana dokter residen mereka intensif ada di sini. Jadi bisa saling rotasi," ucap Bobby.

Layanan Medis yang Ditargetkan

Bobby menargetkan Puskesmas Mandrehe nantinya mampu memberikan berbagai layanan medis, antara lain penyakit dalam, persalinan, kesehatan anak, anestesi, dan tindakan medis lainnya. Pemerintah Kabupaten Nias Barat juga akan melengkapi sarana penunjang berupa alat kesehatan, termasuk alat pemeriksaan kehamilan empat dimensi (4D), sehingga masyarakat tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit.

Kepala Puskesmas Mandrehe Karsa menyambut baik rencana peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan tersebut. Ia mengungkapkan selama ini sekitar 20 hingga 30 persen pasien harus dirujuk ke RSUD Pratama karena keterbatasan layanan.

"Dengan peningkatan kapasitas ini, lebih banyak tindakan medis dapat dilakukan di sini," kata Karsa.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |