Pengembangan Proyek Karbon Dinilai Perlu Didukung Kemitraan dan Infrastruktur Digital

8 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya memperkuat ekosistem pasar karbon nasional dinilai membutuhkan kolaborasi antara pengembang proyek, penyedia teknologi, hingga investor agar proyek-proyek penurunan emisi di Indonesia dapat memenuhi standar internasional sekaligus menarik pembiayaan.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Forum Strategis Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi yang digelar Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/7). Dalam forum tersebut, PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan PT Agraus Resources menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal pengembangan proyek berkelanjutan dan ekonomi karbon di Indonesia.

Kesepakatan tersebut menjadi fondasi awal bagi kedua perusahaan untuk menyusun nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama yang akan menjadi dasar implementasi berbagai proyek di sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, dekarbonisasi industri, pertanian berkelanjutan, hingga solusi berbasis alam (nature-based solutions).

Chief Executive Officer PT ESGIN Global Partners Brandon Keam mengatakan, pengembangan proyek karbon membutuhkan dukungan teknologi yang mampu meningkatkan transparansi dan kredibilitas proyek sejak tahap perencanaan hingga proses verifikasi.

"Penandatanganan Heads of Agreement ini merupakan tonggak penting dalam membangun kemitraan strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia. Dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence, Digital MRV, teknologi Blockchain, serta solusi inovatif pasar karbon, kami ingin menghadirkan proyek-proyek iklim yang menghasilkan dampak lingkungan yang terukur sekaligus menciptakan nilai ekonomi jangka panjang," ujar Brandon.

Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan melakukan identifikasi potensi proyek, pertukaran informasi teknis dan komersial, kajian kelayakan awal, due diligence, hingga penyusunan model bisnis dan skema investasi yang dinilai layak memperoleh pendanaan (investment ready).

Selain pengembangan proyek, kerja sama juga diarahkan pada pembangunan infrastruktur digital yang mendukung pasar karbon. ESGIN akan mengembangkan berbagai solusi, mulai dari Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV) berbasis kecerdasan buatan, sistem pengelolaan data ESG, teknologi blockchain untuk aset lingkungan, hingga platform investasi hijau.

CEO PT Agraus Resources Riza Suarga menilai penggabungan pengalaman pengembangan proyek dengan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas proyek karbon Indonesia.

"Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk mengembangkan proyek-proyek berkelanjutan yang inovatif dan layak secara komersial. Dengan menggabungkan pengalaman AGRAUS RESOURCES dan kapabilitas teknologi ESGIN, kami optimistis dapat menghasilkan proyek-proyek berkualitas tinggi yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Riza.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pipeline proyek iklim yang memenuhi standar internasional sehingga dapat berpartisipasi dalam mekanisme perdagangan karbon domestik maupun global. Di saat yang sama, pengembangan proyek-proyek tersebut juga diharapkan mendukung implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), percepatan investasi hijau, serta target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.

Read Entire Article
Food |