Seribu Lebih Syahid Setelah Israel Khianati Gencatan Senjata

2 days ago 6
Portal Warta Sore Viral Terpercaya

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Sumber medis mengatakan kepada Aljazirah bahwa 28 warga Palestina telah syahid dalam serangan udara Israel di berbagai wilayah di Jalur Gaza sejak fajar pada hari Senin. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa 1.000 warganya telah terbunuh sejak Israel melanjutkan agresinya di Jalur Gaza dua minggu lalu.

Koresponden Aljazirah melaporkan bahwa enam warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah rumah di Jalan Jaffa di lingkungan Tuffah di timur Kota Gaza. Koresponden menambahkan bahwa 10 warga sipil terluka akibat tembakan pesawat tak berawak Israel di lingkungan Al-Janina di pusat Rafah, selatan Jalur Gaza.

Puluhan warga Palestina syahid dan terluka di Jalur Gaza akibat penembakan Israel pada hari kedua Idul Fitri, sementara tentara pendudukan Israel meminta penduduk Rafah dan wilayah lain di Jalur Gaza selatan untuk mengungsi dari rumah mereka sebelum diserang.

Sedangkan dua orang syahid dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan pertemuan warga sipil di timur Jabalia al-Balad, utara Jalur Gaza. Serangan udara Israel terhadap tenda yang menampung pengungsi di daerah Al-Mawasi di utara Khan Yunis di Jalur Gaza selatan menewaskan dua orang dan melukai lainnya, sementara dua anak tewas dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di pusat Khan Yunis.

Semalam hingga Senin pagi, pesawat Israel juga menargetkan tiga rumah yang dihuni di Khan Yunis, menewaskan 10 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya, menurut sumber medis dan saksi mata yang berbicara kepada Anadolu Agency.

Kementerian Kesehatan di Gaza hari ini melaporkan bahwa 1.001 orang telah terbunuh di Jalur Gaza sejak pendudukan melanjutkan agresinya pada 18 Maret. Jumlah syuhada termasuk 80 orang tewas dalam 48 jam menjelang Senin pagi, sehingga jumlah total syuhada di Gaza sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023 menjadi 50.357 orang, menurut pernyataan kementerian.

Reuters mengutip para pejabat Israel yang mengatakan bahwa ada proposal untuk gencatan senjata jangka panjang di Gaza dengan imbalan kembalinya sekitar setengah tahanan Israel di Jalur Gaza. Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyerukan masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan agresi dan kembali ke perjanjian gencatan senjata.

Para pejabat Israel mengatakan usulan baru tersebut mencakup pengembalian separuh dari 24 tahanan yang diyakini masih hidup, dan sekitar separuh jenazah dari 35 tahanan yang diyakini tewas, selama gencatan senjata yang berlangsung antara 40 dan 50 hari.

Sementara itu, Hamas meminta komunitas internasional untuk menekan pendudukan agar menghentikan agresinya, kembali ke perjanjian, dan memungkinkan pertukaran tahanan.

Hamas menggambarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "penjahat perang", dan menegaskan bahwa kurangnya akuntabilitas dan kelambanan komunitas internasional adalah hal yang mendorongnya untuk terus melanggar hukum internasional.

Channel 12 Israel melaporkan bahwa Hamas menolak tawaran Israel yang diajukan oleh Netanyahu pada Ahad. Netanyahu mengatakan bahwa Israel siap untuk membahas tahap akhir perang, namun menetapkan bahwa negosiasi tersebut harus mencakup peletakan senjata Hamas dan mengizinkan para pemimpinnya meninggalkan Jalur Gaza.

Netanyahu menekankan bahwa Israel akan meningkatkan tekanan terhadap Hamas tetapi akan melanjutkan negosiasi. Dia menambahkan bahwa tekanan militer yang berkelanjutan adalah cara terbaik untuk memastikan kembalinya para tahanan.

Read Entire Article
Food |