UGM Minta Hentikan Kekerasan dan Anarkisme, Tekankan Aspirasi Damai untuk Bangsa

6 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pernyataan sikap terkait aksi unjuk rasa yang terjadi di DIY dan beberapa daerah di Indonesia. Salah satu isi dari pernyataan resminya adalah meminta semua pihak untuk menghentikan tindak kekerasan dan anarkisme yang bisa merugikan berbagai pihak.

Melalui pernyataan resmi yang dibacakan Rektor UGM, Prof Ova Emilia, Ahad (31/8/2025) di Balairung UGM, civitas akademika UGM menegaskan keprihatinan mendalam atas eskalasi massa yang diwarnai kekerasan, perusakan fasilitas umum, hingga jatuhnya korban jiwa.

UGM telah memperhatikan dan mempertimbangkan gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia yang berkembang menjadi peristiwa memprihatinkan. Tindak kekerasan terhadap massa demonstran maupun aksi anarkis yang merusak fasilitas umum, penjarahan, dan kegiatan masyarakat yang terganggu. Bentrokan yang terjadi antara aparat dan massa, aksi anarkis hingga perusakan fasilitas umum sangat mengancam keutuhan bangsa.

UGM mengajak seluruh pihak untuk menghentikan tindak kekerasan dan anarkisme demi menjaga nilai kemanusiaan dan martabat bangsa. Rektor juga menekankan pentingnya gerakan damai dan non-kekerasan sebagai jalan aspirasi masyarakat, sembari mendorong pemerintah melakukan perbaikan di bidang hukum, ekonomi, serta kesejahteraan rakyat.

Selain itu, UGM mengingatkan pemerintah dan DPR agar tidak menerapkan kebijakan yang memperlebar kesenjangan dan mengancam demokrasi. Seruan juga ditujukan kepada mahasiswa agar tetap peduli terhadap kondisi bangsa dengan cara konstruktif dan penuh kehati-hatian.

Dalam pernyataannya, UGM turut menghimbau aparat penegak hukum, termasuk Polri dan TNI, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara bijak, responsif, dan akuntabel. Langkah ini diharapkan dapat menghindarkan jatuhnya korban lebih banyak serta menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

"Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kita semua untuk menjaga keutuhan bangsa," kata Rektor UGM dalam seruannya di Balairung UGM, Ahad.

Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito menambahkan bahwa gerakan perubahan mestinya tetap dijaga dalam koridor idealisme dan sikap konstruktif. Ia menekankan agar masyarakat, khususnya mahasiswa, tidak terjebak dalam tindakan kekerasan maupun anarkisme, mengingat di era media sosial pesan-pesan aspirasi dapat dengan cepat menyebar dan membentuk opini publik.

"Mari kita hentikan kekerasan dan anarkisme, karena saya percaya bahwa perubahan dan perbaikan itu lahir dari idealisme dan upaya-upaya damai. Silakan memberikan pemikiran kritis untuk mengingatkan, tapi jangan sampai terjebak dalam anarkisme. Dan bagi pemerintah, harus mendengarkan serta merespon aspirasi itu dengan memperbaiki kebijakan," ucapnya, saat diwawancarai wartawan.

Read Entire Article
Food |