UNJ Catat Kenaikan Penmaba Jalur Disabilitas, Seni Kuliner Paling Diminati

7 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jumlah peserta penerimaan mahasiswa baru (Penmaba) mandiri jalur disabilitas Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2026, jumlah peserta mencapai 138 orang atau naik sekitar 9,6 persen dibandingkan 125 peserta pada 2025.

Seleksi Penmaba Mandiri Jalur Disabilitas dilaksanakan secara luring di Gedung Dewi Sartika UNJ, Sabtu (18/7/2026). Kepala Kantor Admisi UNJ I Wayan Sugita mengatakan, peningkatan jumlah peserta mencerminkan semakin besarnya minat penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan inklusif di UNJ.

“Jumlah peserta tahun ini mencapai 138 orang. Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak penyandang disabilitas yang tertarik melanjutkan pendidikan tinggi dan melihat UNJ sebagai pilihan untuk melanjutkan studi,” kata Wayan.

Ia menjelaskan, tiga fakultas yang paling banyak diminati peserta jalur disabilitas tahun ini adalah Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Bahasa dan Seni. Adapun program studi dengan jumlah peminat tertinggi adalah Program Sarjana Terapan Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan.

Untuk mendukung pelaksanaan seleksi, UNJ menyediakan berbagai layanan pendampingan sesuai kebutuhan peserta. Peserta tunanetra, autisme, maupun attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) didampingi Relawan Disabilitas UNJ (REDIS) sejak tiba di kampus hingga seluruh tahapan seleksi selesai.

Panitia juga menempatkan juru bahasa isyarat di ruang ujian untuk membantu peserta dengan hambatan pendengaran mengikuti proses seleksi.

Koordinator REDIS Penmaba Disabilitas Prila Ahdanila mengatakan, kebutuhan pendampingan telah dipetakan sebelum pelaksanaan ujian. Tahun ini REDIS mengerahkan 65 relawan dari berbagai angkatan dan program studi.

“Data peserta dan kebutuhan pendampingannya kami terima dari Admisi. Setelah itu kami membagi tugas relawan agar setiap peserta memperoleh dukungan yang sesuai,” ujar Prila.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ Ifan Iskandar mengatakan, jalur disabilitas merupakan upaya kampus memastikan setiap warga negara memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi.

“UNJ berupaya memastikan setiap calon mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara untuk menunjukkan potensi akademiknya. Karena itu, layanan pendukung terus kami siapkan agar proses seleksi berjalan secara adil dan aksesibel,” kata Prof. Ifan.

Rektor UNJ Komarudin yang meninjau pelaksanaan seleksi mengapresiasi layanan pendampingan yang diberikan kepada peserta disabilitas. Namun, ia menilai masih diperlukan penyesuaian pada materi ujian maupun kriteria penilaian agar proses seleksi berlangsung lebih adil.

“Kalau soalnya masih sama dengan jalur reguler, maka perlu ada penyesuaian dalam kriteria penilaiannya agar proses seleksi berlangsung lebih adil,” ujar Komarudin.

Read Entire Article
Food |