:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4122239/original/015778700_1660318686-stephen-andrews-tegxWQgZudE-unsplash.jpg)
ringkasan
- Ikan air tawar merupakan sumber nutrisi penting untuk MPASI, kaya protein, omega-3, vitamin, dan mineral.
- Pilih ikan air tawar dengan kadar merkuri rendah dan tekstur daging lembut untuk memudahkan pencernaan bayi.
- Berbagai jenis ikan seperti lele, gabus, patin, nila, dan bandeng direkomendasikan karena kandungan gizi dan karakteristiknya yang cocok untuk MPASI.
Fimela.com, Jakarta - Ikan merupakan salah satu sumber nutrisi penting yang sangat dianjurkan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) bayi. Memperkenalkan Ikan Air Tawar yang Cocok untuk MPASI karena Dagingnya Lembut sejak dini dapat memberikan beragam manfaat bagi tumbuh kembang si Kecil. Kandungan gizi dalam ikan sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan optimal bayi.
Ikan kaya akan protein berkualitas tinggi yang esensial untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, serta asam lemak omega-3, terutama DHA, yang berperan vital dalam perkembangan otak, sistem saraf, dan penglihatan bayi. Selain itu, ikan juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin D dan B12, serta mineral penting seperti zat besi, yodium, dan selenium, yang semuanya mendukung kesehatan tulang, fungsi saraf, dan sistem kekebalan tubuh.
Dalam memilih ikan untuk MPASI, penting untuk memperhatikan jenis ikan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan risiko kontaminasi merkuri yang rendah. Lantas, apa saja ikan air tawar yang cocok untuk MPASI karena dagingnya lembut? Simak rekomendasi lengkapnya berikut ini, dirangkum Fimela.com dari berbagai sumber, Kamis (30/7/2026).
1. Ikan Lele
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446768/original/019579900_1765941166-Ikan_lele_dipanen.jpg)
Ikan lele merupakan pilihan ikan air tawar yang mudah ditemukan dan memiliki nilai gizi tinggi. Ikan ini kaya akan protein, lemak sehat, dan vitamin B12 yang penting untuk perkembangan otak bayi. Nutrisi dalam ikan lele juga mendukung proses perkembangan otak dan produksi darah dalam tubuh bayi.
Tekstur daging ikan lele yang lembut dan durinya yang tidak terlalu halus memudahkan orang tua dalam mengolahnya untuk MPASI. Ikan lele dapat diolah menjadi berbagai menu MPASI, seperti digoreng, diolah menjadi mangut lele, pecak lele, atau diberi bumbu kuning.
2. Ikan Gabus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486641/original/058255400_1769593071-Untitled_design__26_.jpg)
Ikan gabus dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi, terutama albumin, yang berperan penting dalam pembentukan dan regenerasi sel tubuh, termasuk otot dan jaringan. Selain itu, ikan gabus juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang mendukung perkembangan otak dan fungsi kognitif bayi.
Daging ikan gabus memiliki tekstur yang empuk dan lembut, sehingga mudah diolah dan dicerna oleh bayi. Ikan ini juga kaya akan kalsium (sekitar 170 mg per 100 gram) yang penting untuk membangun dan menjaga kesehatan tulang dan gigi bayi.
3. Ikan Patin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499206/original/036773000_1770779282-gambar__32_.jpg)
Ikan patin adalah salah satu jenis ikan air tawar yang kaya akan protein, vitamin, dan omega-3, menjadikannya pilihan yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kandungan omega-3 dalam ikan patin mendukung perkembangan otak yang bisa berpengaruh pada kecerdasan bayi.
Daging ikan patin memiliki rasa yang lembut dan tidak amis, sehingga cocok untuk bayi yang baru memulai MPASI. Dengan pengolahan yang tepat, terutama jika menggunakan fillet, ikan patin relatif aman dari duri, mengurangi risiko tersedak pada bayi.
4. Ikan Nila
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4622288/original/016245800_1698145986-20231024-Beternak_Ikan_di_Kuba-AFP_1.jpg)
Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar dengan tingkat merkuri yang rendah, sehingga aman untuk MPASI. Ikan ini mengandung vitamin D yang baik untuk pembentukan tulang dan gigi, serta vitamin B12 yang penting untuk perkembangan otak si Kecil.
Kandungan protein, lemak, kalsium, serta asam amino esensial dalam ikan nila diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tulang bayi dan dapat menurunkan risiko stunting. Ikan nila juga merupakan sumber selenium yang mampu memperkuat daya tahan tubuh bayi.
5. Ikan Mas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4844762/original/073931000_1716868268-Screenshot__974_.jpg)
Ikan mas adalah ikan air tawar yang bagus untuk MPASI, mengandung 16 gram protein, 45 mcg vitamin A untuk kesehatan mata, dan 2 mg zat besi per 100 gram dagingnya. Kandungan gizi ini mendukung tumbuh kembang dan meningkatkan sistem imun tubuh bayi.
Meskipun ikan mas memiliki banyak duri halus, tekstur dagingnya yang lembut membuatnya tetap menjadi pilihan. Orang tua perlu ekstra hati-hati saat mengolah ikan mas untuk memastikan semua duri halus telah disisihkan agar aman dikonsumsi bayi.
6. Ikan Mujair
Ikan mujair termasuk ikan air tawar yang bagus untuk MPASI karena tinggi protein, mencapai 18,7 gram per 100 gram ikan. Protein ini baik untuk pertumbuhan bayi yang sehat dan penting untuk perbaikan serta pemeliharaan tubuh bayi.
Ikan mujair mudah ditemukan di pasar tradisional dan cukup mudah diolah. Dengan nilai gizi yang dimilikinya, ikan mujair bisa menjadi pilihan yang baik untuk diperkenalkan dalam menu MPASI si Kecil.
7. Ikan Belut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461369/original/039043100_1767408534-Hasil_budidaya_belut__dok._Dinas_Ketahanan_Pangan_dan_Perikanan_.jpg)
Belut memiliki tekstur yang lembut dan kaya akan omega-3 dan omega-6, serta vitamin A, D, dan B12 yang dapat meningkatkan imun dan fungsi kognitif bayi. Protein dalam belut juga tinggi, yaitu 23,7 gram per 100 gram, dan mudah dicerna, sehingga cocok dijadikan sumber protein dalam menu MPASI bayi.
Belut memiliki kalori tinggi yang bisa menambah energi bayi dalam sehari. Rasanya yang gurih juga dapat meningkatkan nafsu makan bayi, menjadikannya pilihan yang baik untuk membantu menaikkan berat badan bayi.
8. Ikan Sidat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2291942/original/043506500_1532588974-sidat.jpeg)
Ikan sidat kaya akan protein, vitamin, dan antioksidan, menjadikannya sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi. Kandungan gizi ikan sidat sangat tinggi, bahkan disebut lebih tinggi dari ikan salmon, dan bermanfaat menambah berat serta tinggi badan anak atau mencegah stunting.
Kandungan omega-3 dalam ikan sidat sangat mendukung perkembangan otak, terutama untuk anak-anak di masa tumbuh kembang. Selain itu, protein dalam ikan sidat membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sangat berguna bagi anak-anak yang sedang tumbuh.
9. Ikan Gurame
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498345/original/028192900_1770703838-Gurame_Paris.jpg)
Ikan gurame kaya akan protein, kalsium, dan omega-3 yang diyakini dapat mendukung pertumbuhan si Kecil. Bersama dengan kandungan zinc dan omega-3, ikan ini juga dapat mendukung kecerdasan otak dan menjaga daya tahan tubuh si Kecil.
Daging ikan gurame memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang gurih, sehingga mudah diterima oleh lidah bayi. Ikan ini juga merupakan ikan air tawar yang mengandung banyak zat gizi.
10. Ikan Bandeng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444564/original/097748400_1765781537-Bersihkan_Sisik_Hingga_Tuntas_dengan_Trik_Anti_Berantakan.jpg)
Ikan bandeng termasuk ikan yang bagus untuk MPASI karena tinggi protein dan zat besi, serta mudah didapatkan. Per 100 gram ikan bandeng diketahui mengandung 20 gram protein. Ikan bandeng juga tinggi kalsium dan fosfor untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi si Kecil.
Meskipun ikan bandeng memiliki banyak duri halus, tekstur dagingnya yang lembut dan kaya DHA menjadikannya pilihan yang baik untuk MPASI. Orang tua perlu ekstra teliti menyisihkan duri-duri halusnya atau memilih bandeng presto untuk memudahkan pengolahan.
11. Ikan Bawal Air Tawar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4844811/original/098653300_1716870441-Screenshot__977_.jpg)
Ikan bawal, khususnya varietas air tawar, juga termasuk ikan yang baik untuk MPASI. Ikan ini mengandung protein dan vitamin D yang tinggi. Selain itu, ikan bawal juga mengandung vitamin A, B3, B5, B12, dan E, yang mendukung pertumbuhan sel-sel kulit bayi dan meningkatkan kesehatan sistem pencernaannya.
Daging ikan bawal air tawar memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang gurih, sehingga cocok untuk menu MPASI. Kandungan nutrisinya yang beragam menjadikannya pilihan yang baik untuk melengkapi asupan gizi bayi.
12. Ikan Sepat
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/fimela/watermark-color-landscape.png,520,20,0)/kly-media-production/medias/5255810/original/088495200_1750217573-7562353d-49c2-431a-8e3d-ddbe88078888.jpg)
Ikan sepat adalah ikan air tawar yang umum ditemukan di perairan Indonesia. Meskipun ukurannya kecil, ikan ini memiliki daging yang lembut dan mudah dicerna. Ikan sepat mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh bayi.
Tekstur daging ikan sepat yang lembut membuatnya mudah dihaluskan atau dicincang untuk MPASI. Ikan ini dapat menjadi variasi menu MPASI yang baik, terutama jika diolah dengan cara dikukus atau direbus untuk menjaga nutrisinya.
Pertanyaan Umum Seputar Ikan Air Tawar untuk MPASI
Apakah ikan air tawar aman untuk MPASI?
Ya, ikan air tawar umumnya aman untuk MPASI karena memiliki kadar merkuri yang rendah dibandingkan beberapa jenis ikan laut tertentu.
Bagaimana cara memilih ikan segar untuk MPASI?
Pilih ikan segar dengan mata yang jernih, bertekstur kenyal, dan insang berwarna merah. Pastikan ikan memiliki aroma yang segar, bukan amis atau asam.
Kapan bayi boleh mulai makan ikan?
Bayi dapat mulai mengonsumsi ikan sebagai MPASI sejak usia 6 bulan. Penundaan pemberian ikan tidak berpengaruh pada pencegahan alergi.
Apakah ikan air tawar mengandung merkuri?
Beberapa jenis ikan air tawar memiliki kadar merkuri yang rendah, menjadikannya pilihan yang aman untuk MPASI. Penting untuk memilih ikan dari perairan yang tidak tercemar.
Bagaimana cara mengolah ikan untuk MPASI agar tidak amis?
Untuk menghilangkan bau amis, ikan dapat direndam dalam air kelapa, susu, air perasan lemon, atau air perasan jeruk nipis sebelum dimasak. Memasak ikan dengan cara dikukus juga dapat membantu menjaga zat gizinya.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310939/original/043831900_1785381823-pexels-arina-krasnikova-6654108.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310419/original/010440500_1785316680-ChatGPT_Image_Jul_29__2026__04_17_24_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310426/original/041666700_1785317094-ea3da23b-5208-4efc-91d4-fb5fbfd8b8ff.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310344/original/046740600_1785315021-A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5209449/original/016903400_1746433588-cutting-board-gray-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309694/original/062159500_1785237369-6b719607-186a-406d-a568-4b9a4042132e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309658/original/018679700_1785235149-Depositphotos_849320526_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454628/original/085998400_1766565663-Gemini_Generated_Image_dka8ymdka8ymdka8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309019/original/051071600_1785215520-menyimpan_tomat__cabe__bawang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308391/original/087407800_1785139853-Spotify_Taste_Tempo-281.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308249/original/061477100_1785133493-fbc2b0cf-8961-415a-955a-169bfc48c32b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308044/original/049574800_1785126951-MEngolah_mengkudu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4043996/original/034839100_1654500854-vegetables-1939663_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307766/original/052933100_1785072899-IMG_1482.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307769/original/034077700_1785073329-IMG_1486.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526157/original/069846300_1773113415-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_10.25.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307490/original/017331700_1785041079-Gemini_Generated_Image_qpubexqpubexqpub.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307457/original/019757700_1785036623-Screenshot_2026-07-26_102327.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306967/original/002536400_1784946271-towfiqu-barbhuiya-o3Dunr7Vl-o-unsplash.jpg)


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)




