REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Ari lesmana kembali berkarya setelah hiatus dari Fourtwnty. Kali ini, ia menjadi kolaborator untuk sang adik, Putra Permana atau dikenal dengan nama panggung Enau, lewat single terbaru berjudul "Sesi Potret".
Ari mengatakan selama ini Enau telah bekerja keras dan konsistensi menapaki karier bermusik. Hal tersebut menjadi salah satu alasan utama ia akhirnya bersedia terlibat dalam proyek kolaborasi tersebut.
"Kenapa aku akhirnya mau terlibat, aku liat kerja keras Enau selama ini. Aku bisa bilang selama ini cukup gigih," kata Ari yang bergabung secara virtual dalam acara hearing session lagu "Sesi Potret" di Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, Ari mengatakan kesediaannya untuk kolaborasi dengan sang adik tak lepas dari pesan sang ibu. Menurut Ari, sang ibu kerap berpesan agar Ari selalu menemani dan membimbing adiknya.
"Dan memang ibu aku pernah berpesan agar aku selalu nemenin adik aku gitu," kata dia.
Dalam proses kreatif, Ari sendiri turut membantu dalam proses penulisan lagu "Sesi Potret". Ari berperan memperkuat bagian reff, khususnya pada lirik "hanya papan dan namamu" serta "gengsi menyelimutiku" yang menggambarkan bagaimana rasa gengsi sering kali menjadi penghalang utama dalam mengekspresikan perhatian dan kasih sayang.
"Jadi waktu itu Putra kan sempat kasih draft liriknya. Cuman ada beberapa part yang harusnya bisa diperbaiki dan lebih baik gitu. Dan setelah berkali-kali aku coba masukin kata-kata yang menarik, aku nemu kata-kata itu," kata Ari.
la pun berharap, lagu "Sesi Potret" ini bisa menjadi momentum baru untuk karier musik Enau. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi perjalanan yang baru dan panjang buat buat Putra, buat Enau dan seluruh tim. Semoga tahun ini dan ke depannya menjadi tahun Enau. Aamiin," kata Ari.
Sebagai informasi, band Fourtwnty mengambil langkah besar dengan memutuskan hiatus sejak Desember 2024. Hingga saat ini belum diketahui kapan grup ini akan berkarya kembali.
Sementara itu, debut solo Enau sendiri dimulai pada 22 November 2018, ketika ia merilis tiga single pembuka "Keringatku", "Negara Lucu", dan "Krisis Solusi". Pada November 2024, ia merilis album perdananya bertajuk Lingkaran. Musiknya berakar pada kejujuran dengan unsur folk, sentuhan pop, dan pesan kritik sosial.

6 hours ago
4




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327442/original/074400200_1756181216-saus_dimsum.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5152422/original/035586500_1741248417-pexels-arief-setiawan-10066715.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5216300/original/079062600_1746950447-a7f30be3-5eb9-4444-9d40-752ae5318cb0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368914/original/007484600_1759398264-br.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376540/original/089405700_1760007517-crio_new_menu-0293e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275054/original/013394900_1751863195-powell-rasull-7YFfGE26kbs-unsplash.jpg)