REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih anyar Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mulai memetakan langkah awalnya bersama Bajol Ijo setibanya di Surabaya, Ahad (4/1/2026) malam. Usai mendarat di Bandara Internasional Juanda, juru taktik asal Portugal itu menegaskan fokus utamanya adalah memahami kondisi internal klub secara menyeluruh sebelum melakukan perubahan apa pun.
“Saat ini kami perlu mengenal apa yang kami miliki,” kata Tavares kepada wartawan.
Ia menilai pengenalan terhadap “rumah” Persebaya menjadi fondasi penting, mencakup seluruh struktur tim mulai dari pemain muda hingga skuad utama. Menurutnya, pemahaman menyeluruh tersebut menjadi prasyarat sebelum merancang langkah teknis maupun nonteknis yang dibutuhkan ke depan.
Tavares mengungkapkan, ia telah lebih dulu melakukan pengamatan terhadap sejumlah pertandingan Persebaya. Analisis tersebut mencakup karakter permainan tim serta profil beberapa pemain yang sebelumnya tampil di klub lain atau menempati peran berbeda di lapangan.
Meski datang dengan ekspektasi besar, Tavares menegaskan ia tidak membawa janji instan. Ia menolak menjual mimpi, dan memilih menawarkan komitmen kerja sebagai landasan membangun tim.
“Saya tidak menjanjikan gelar. Saya datang untuk bekerja,” ujar pelatih yang dikontrak sampai 2028 ini.
Menurutnya, Persebaya adalah klub besar dengan basis suporter yang sangat kuat. Dukungan Bonek dan Bonita, kata dia, merupakan energi penting yang mampu memengaruhi performa tim, terutama saat bermain di kandang.
Ia berharap atmosfer positif tersebut kembali terasa ketika Persebaya menjamu Malut United pada laga mendatang, terlebih lawan dikenal memiliki konsistensi performa yang cukup baik sepanjang musim.
Di sisi lain, Tavares mengingatkan pentingnya bersikap realistis terhadap situasi klasemen. Ketatnya persaingan dan jarak poin dengan tim-tim papan atas membuat setiap langkah harus dihitung secara cermat.
Ia menekankan kerja sama dan kerendahan hati sebagai kunci membangun momentum secara bertahap, sembari mengingatkan bahwa dinamika menang dan kalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sepak bola.
“Yang terpenting adalah kami menunjukkan usaha maksimal di lapangan,” tuturnya.
Lebih jauh, Tavares menilai stabilitas tim dan lingkungan kerja yang saling menghormati menjadi faktor krusial. Ia menekankan tidak ada individu atau kelompok yang bisa meraih hasil sendirian tanpa dukungan bersama.
Mantan pelatih PSM Makassar itu juga menilai Persebaya memiliki fasilitas serta lingkungan yang baik. Namun, ia menegaskan fondasi kuat hanya bisa dibangun melalui proses jangka panjang, termasuk dengan memadukan pengalaman pemain senior dan potensi pemain muda akademi.
“Kita harus melangkah selangkah demi selangkah untuk bisa mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.
sumber : Antara

6 days ago
11












































