REPUBLIKA.CO.ID,BIARRITZ — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan yang dicapai dengan Iran saat ini belum berstatus final. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di sela-sela pertemuan KTT G7 di Prancis saat ditanya mengenai kepastian kesepakatan kerja sama kedua belah pihak.
"Tidak, ini belum final," ujar Trump kepada awak media. "Ini baru berupa memorandum kesepahaman (MoU). Jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menggempur mereka dan menjatuhkan bom di atas kepala mereka."
Trump bahkan mengulang ancaman militer tersebut secara terbuka sebagai bentuk peringatan keras kepada Teheran. "Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak tahu aturan, kami akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah kepala mereka," katanya menegaskan seperti dilansir dari laman Al Jazeera, Rabu(17/6/2026).
Meski melontarkan ancaman, Presiden AS tersebut tetap mengeklaim bahwa kerangka kesepakatan antara AS dan Iran ini "sangat kuat". Uniknya, ia tidak merinci poin-poin di dalamnya. "Tidak ada yang tahu pasti apa isinya, tapi kesepakatan ini sangat kuat," ucap Trump.
Ia juga menambahkan bahwa dampak positif dari meredanya ketegangan ini langsung terasa di sektor ekonomi global. Trump memproyeksikan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka sepenuhnya dalam kurun waktu "satu atau dua hari ke depan". "Pihak yang paling bahagia saat ini adalah pasar (saham),"kata dia.
Saat berbincang dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Trump mengeklaim ada peluang sebesar 99,99 persen bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir pada masa mendatang. Fokus pembicaraan kedua kepala negara di KTT G7 tersebut memang tertuju pada dinamika negosiasi AS-Iran.
"Sektor yang benar-benar menyambut baik adalah pasar saham yang langsung melonjak tajam. Angkanya melesat menembus atap, sementara harga minyak dunia langsung merosot jatuh," kata Trump. "Respons pasar itu berbicara lebih keras daripada sekadar kata-kata."
Bantahan dana rekonstruksi Rp4.500 Triliun
Di sisi lain, Trump membantah keras laporan media yang menyebutkan bahwa kesepakatan AS-Iran mencakup klausul penyediaan dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dolar AS (sekitar Rp 4.500 triliun) untuk Teheran.
"Kami tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun, bahkan tidak 10 sen pun," ujar Trump membantah. "Kami tidak melakukan investasi, dan kami tidak menyediakan dana bantuan apa pun."
Terkait keterlibatan sekutu regionalnya di Timur Tengah, Trump menyatakan bahwa Washington tidak meminta negara-negara Teluk untuk menanamkan investasi di Iran. Kendati demikian, ia tidak melarang jika negara-negara tersebut memutuskan sebaliknya.
"Jika mereka ingin melakukannya, silakan saja. Namun, saya memperkirakan mereka tidak akan berinvestasi dalam waktu dekat sampai mereka melihat bagaimana perilaku (Iran) ke depan,"ujar Trump.

6 hours ago
5
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)
