Cara Gus Zainul Arifin Merangkul Generasi Z Lewat Konten Dakwah Kreatif

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara masyarakat menerima informasi, termasuk dalam mempelajari ajaran agama. Jika dahulu dakwah identik dengan mimbar masjid, pengajian, dan majelis taklim, kini ruang digital menjadi salah satu tempat utama bagi generasi muda untuk mencari inspirasi, pengetahuan, hingga nilai-nilai kehidupan.

Perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendakwah. Di tengah derasnya arus konten hiburan yang membanjiri media sosial, sosok Gus Zainul Arifin menjadi salah satu figur yang menarik perhatian generasi muda melalui pendekatan dakwah yang lebih segar, humanis, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghazali Sabrah, Bangkalan, Madura ini dikenal aktif memanfaatkan berbagai platform digital untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan. Melalui akun Instagram @guszain.story, TikTok @guszain.story yang memiliki lebih dari 20,4 ribu pengikut, serta berbagai kanal dakwah lainnya, Gus Zain membangun kedekatan dengan kalangan Milenial dan Generasi Z.

Berikut tujuh pendekatan dakwah ala Gus Zainul Arifin yang mampu menggaet generasi muda:

1. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami

Salah satu alasan mengapa konten pria kelahiran Jawa Timur, 19 Juni 1984 ini mudah diterima adalah cara penyampaiannya yang sederhana. Ia tidak menggunakan bahasa yang terlalu formal atau istilah yang sulit dipahami masyarakat umum.

Sebaliknya, pesan-pesan keagamaan disampaikan dengan bahasa yang ringan, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan seperti ini membuat audiens merasa lebih nyaman dan tidak merasa sedang digurui.

“Pesan yang baik adalah pesan yang bisa dipahami dan diamalkan,” ujarnya.

2. Hadir di tempat berkumpulnya anak muda

Gus Zain memahami bahwa generasi muda saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial dibandingkan media konvensional. Karena itu, ia memilih aktif berdakwah melalui Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube. Kehadirannya di platform-platform tersebut membuat pesan dakwah lebih mudah menjangkau audiens yang lebih luas. Alih-alih menunggu jamaah datang ke majelis, ia memilih mendatangi mereka melalui ruang digital yang setiap hari mereka akses.

Read Entire Article
Food |