REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyerang tim nasional Iran Mehdi Taremi menyesalkan atmosfer yang menyelimuti Piala Dunia 2026 akibat ketegangan politik antara negaranya dan Amerika Serikat (AS). Menurut dia, ajang sepak bola terbesar di dunia seharusnya menjadi ruang untuk menyebarkan perdamaian dan kebersamaan, bukan memperuncing perbedaan.
Iran menjalani persiapan yang jauh dari ideal menjelang laga pembuka Grup G melawan Selandia Baru. Konflik yang sempat memanas antara Iran dan AS membuat kamp latihan Team Melli dipindahkan ke Tijuana, Meksiko. Tim asuhan Amir Ghalenoei juga harus menghadapi sejumlah kendala administratif, termasuk persoalan visa dan perubahan jadwal perjalanan.
"Saya merasakan ketegangan sejak momen pertama kami tiba di Piala Dunia ini," kata Taremi melalui penerjemah, dikutip dari Independent, Senin (15/6/2026).
Penyerang berusia 33 tahun itu menilai suasana turnamen kali ini berbeda dibandingkan dua Piala Dunia sebelumnya yang pernah ia rasakan. Menurut Taremi, berbagai persoalan nonteknis yang muncul menjelang kompetisi telah mengurangi kegembiraan yang biasanya menyertai pesta sepak bola empat tahunan tersebut.
"Dalam turnamen apa pun, ketika ada ketegangan, kita tidak akan merasakan pengalaman indah yang selalu kita kaitkan dengan perdamaian dan kegembiraan," ujarnya.
Striker Olympiacos itu mengatakan sejumlah negara peserta juga menghadapi kendala serupa, mulai dari urusan visa hingga perubahan lokasi pemusatan latihan. Situasi tersebut, menurut dia, berpotensi mengaburkan pesan utama yang selama ini dibawa sepak bola.
"Ketegangan seperti ini mengurangi kegembiraan dan melemahkan pesan FIFA serta pesan masyarakat kami, yaitu bahwa sepak bola membawa perdamaian," kata Taremi.
Pencetak 58 gol untuk Iran itu berharap kondisi serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang sehingga para pendukung dapat menikmati Piala Dunia dalam suasana yang lebih positif.
"Saya merasa Piala Dunia ini seharusnya bisa menghadirkan atmosfer yang lebih baik daripada yang terjadi sekarang. Namun saya berharap di masa depan situasinya akan lebih baik bagi seluruh penggemar, apa pun tim yang mereka dukung," ujarnya.
Pelatih Iran Amir Ghalenoei menyampaikan pandangan senada. Ia menegaskan sepak bola pada hakikatnya merupakan sarana yang mampu menyatukan bangsa dan budaya yang berbeda.
"Sepak bola seharusnya menyatukan bangsa dan budaya. Menang atau kalah adalah perasaan pribadi, tetapi sepak bola pada dasarnya tentang menghadirkan kegembiraan," kata Ghalenoei.
Meski dihadapkan pada berbagai persoalan di luar lapangan, Ghalenoei memastikan timnya tetap fokus menatap pertandingan. Ia menegaskan Iran datang ke Piala Dunia untuk berkompetisi dan menunjukkan kualitas sepak bolanya.
Iran akan memulai perjuangan di Grup G menghadapi Selandia Baru di Stadion SoFi, Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB. Setelah itu, Team Melli masih harus menghadapi Belgia dan Mesir dalam perebutan tiket ke babak gugur.
Di tengah persiapan menuju laga perdana tersebut, Taremi berharap perhatian dunia kembali tertuju pada sepak bola, bukan pada konflik yang terjadi di luar lapangan. Baginya, Piala Dunia selalu lebih besar dari sekadar pertandingan dan hasil akhir.
"Sepak bola seharusnya menjadi bahasa bersama yang menyatukan semua orang," ujar Taremi.

2 hours ago
3































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)