Dalam Sepekan, Saudi Tangkap 18.805 Penduduk Ilegal

1 week ago 10

Patroli polisi Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Otoritas keamanan Arab Saudi telah menangkap sebanyak 18.805 penduduk ilegal selama pekan lalu. Penangkapan tersebut dilakukan dalam inspeksi gabungan yang dilakukan oleh pasukan keamanan bekerja sama dengan lembaga pemerintah terkait, selama periode 25-41 Desember 2025.

Berdasarkan laporan Kementerian Dalam Negeri yang dikutip Saudigazette pada Sabtu (3/1/2026), mereka yang ditangkap termasuk 11.752 pelanggar Undang-Undang Kependudukan, 4.239 pelanggar Undang-Undang Keamanan Perbatasan, dan 2.814 pelanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Sebanyak 20.555 pelanggar dirujuk ke misi diplomatik mereka untuk mendapatkan dokumen perjalanan, sementara 3.904 pelanggar dirujuk untuk menyelesaikan reservasi perjalanan mereka dan 12.238 pelanggar dideportasi.

Jumlah total orang yang ditangkap saat mencoba menyeberangi perbatasan ke Kerajaan mencapai 1.739 orang, di antaranya 37 persen warga negara Yaman, 62 persen warga negara Ethiopia, dan satu persen warga negara lain. Sebanyak 46 orang ditangkap saat mencoba meninggalkan Kerajaan secara ilegal.

Sebanyak 14 orang yang terlibat dalam memberikan transportasi, tempat tinggal, dan pekerjaan kepada para pelanggar juga ditangkap. Total 28.411 ekspatriat, termasuk 26.855 pria dan 1.556 wanita, saat ini sedang menjalani proses penegakan hukum terhadap mereka.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memperingatkan bahwa siapa pun yang memfasilitasi masuknya individu secara ilegal ke Kerajaan, mengangkut mereka di wilayahnya, memberi mereka tempat berlindung atau bantuan atau layanan lainnya, akan dihukum dengan hukuman penjara hingga 15 tahun dan denda hingga satu juta riyal Saudi, dan bahwa kendaraan yang digunakan untuk transportasi atau rumah yang digunakan untuk memberi tempat berlindung akan disita.

Kementerian tersebut mendesak masyarakat untuk melaporkan setiap kasus pelanggaran dengan menghubungi nomor 911 di wilayah Makkah, Riyadh, dan Provinsi Timur, serta nomor 999 dan 996 di wilayah Kerajaan lainnya.

Read Entire Article
Food |