Di Tayangan Livestreaming, Tentara Israel Akui Bunuh Anak-Anak dan Perkosa Warga Gaza

8 hours ago 1

Tentara Israel menghadiri pemkaman rekannya yang tewas di Gaza, di pemakaman militer Mount Herzl di Yerusalem, 27 April 2025.

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA —  Jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh rekaman percakapan langsung (livestream) antara konten kreator asal Amerika Serikat, Jeff Davidson, dengan seorang pria mengaku sebagai tentara Israel (IDF) yang tengah berada di dalam Jalur Gaza. 

Video tersebut memicu kecaman luas setelah tentara tersebut secara terbuka menggambarkan kehancuran total wilayah kantong terkepung itu. Tentara itu juga melontarkan pernyataan terkait pembunuhan warga sipil serta tindak kekerasan seksual.

Dikutip dari laman Palestine Chronicle, rekaman ini beredar luas di tengah agresi militer Israel yang terus berlanjut di Gaza, di mana berbagai organisasi internasional telah berulang kali mendokumentasikan kehancuran skala besar dan jatuhnya korban jiwa massal dari kalangan sipil.

'Semua rata dengan tanah'

Dialog tersebut bermula saat Jeff Davidson menanyakan identitas dan afiliasi militer pria tersebut di platform TikTok. Pria itu mengonfirmasi bahwa dirinya adalah anggota militer Israel yang sedang bertugas di Gaza.

Ketika diminta menunjukkan situasi di sekelilingnya, ia mengarahkan kamera ke arah luar dan mendeskripsikan kerusakan parah di wilayah tersebut. "Anda ingin melihat Gaza? Jangan terkejut, tidak ada rumah lagi di sini. Rata, semuanya rata," ujar tentara tersebut.

Davidson kemudian bertanya, "Kalian meratakannya?" Tentara itu menjawab dengan lugas, "Oh, ya."

Kenyataan ini sejalan dengan citra satelit dan foto udara yang menunjukkan seluruh lingkungan di Gaza telah berubah menjadi puing-puing, memaksa ratusan ribu penduduknya mengungsi.

Mahmoud Abu Ismail mencari sisa-sisa anak-anak dan istri yang dibunuh pasukan Israel saat mengebom rumahnya di al Sabra, Kota Gaza.

Read Entire Article
Food |