Suasana pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 di Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/12/2025). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat progres konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 sepanjang 10,64 Km dengan dukungan sistem pengendali banjir seperti tanggul laut, rumah pompa dan sejumlah kolam retensi selain untuk memperlancar arus lalu lintas juga untuk melindungi ratusan ribu jiwa dari ancaman banjir rob Kabupaten Demak dan Kota Semarang tersebut telah mencapai 58,31 persen per 24 November dan ditargetkan beroperasi pada April 2027.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi I untuk memastikan proyek pengendalian rob di Pantura berjalan sesuai target. Proyek ini menjadi infrastruktur kunci untuk melindungi kawasan pesisir sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.
Peninjauan dilakukan di ruas Kaligawe, Kota Semarang, hingga Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (15/2/2026). Selain sebagai jalan tol, proyek ini juga dirancang sebagai Giant Sea Wall yang terintegrasi dengan Kolam Retensi Terboyo untuk mengendalikan rob dan banjir.
Proyek ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional. Wapres menekankan pentingnya penyelesaian sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta, M Iqbal Tamher mengatakan, Wapres meminta percepatan pekerjaan agar tol dapat beroperasi sesuai rencana. “Beliau berharap bahwa kecepatan pelaksanaan pekerjaan itu bisa dilaksanakan agar jalan tol yang kita rencanakan pertengahan 2027 bisa berhubung,” tutur Iqbal.
Selain jalan tol, Wapres juga menyoroti optimalisasi Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan. Ia meminta pemerintah daerah memastikan kolam retensi tidak hanya berfungsi mengendalikan banjir, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku.
Iqbal mengatakan, fokus utama peninjauan adalah pengendalian rob yang semakin mengancam wilayah Pantura. “Beliau menitikberatkan sebenarnya pengendalian rob di Pantura, Pantai Utara Jawa ya. Jadi catatan beliau seperti di Pekalongan, Demak, dan daerah tadi masukkan dari Pak Gubernur juga untuk diperhatikan di wilayah Pati. Jadi memang konteks yang beliau kemari itu memang melihat bahwa memang kondisi Pantura ini perlu harus segera ditahan,” katanya.
Peninjauan ini menegaskan pembangunan Tol Semarang–Demak tidak hanya berfungsi sebagai konektivitas transportasi. Infrastruktur ini juga menjadi bagian dari perlindungan jangka panjang kawasan pesisir dari ancaman rob dan banjir.

8 hours ago
1












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)


