Pembongkaran Tiang Monorel di Jakarta akan Habiskan Rp100 Miliar

1 day ago 5

Sejumlah kendaraan melintas di dekat tiang monorel yang terhenti pembangunannya di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (29/5/2025). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tiang-tiang monorel yang terbengkalai di sejumlah ruas jalan ibu kota. Menurutnya, keberadaan tiang-tiang beton yang tersebar di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, hingga kawasan Senayan, Jakarta Selatan, telah merusak wajah kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan dana hingga Rp100 miliar untuk membongkar 98 tiang monorel yang mangkrak berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, proyek pembongkaran sekaligus penataan kawasan ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp100 miliar,” ujar Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Heru merinci, anggaran Rp100 miliar tersebut tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel, tetapi juga menata ulang jalan dan trotoar di sepanjang koridor Rasuna Said. Untuk saat ini, kata Heru, pihaknya fokus untuk menata kawasan Jalan Rasuna Said terlebih dulu. Ia belum mengungkapkan kapan tiang monorel di kawasan Jalan Asia Afrika akan ditata.

Heru mengatakan, pihaknya akan merapikan Jalan Rasuna Said sisi Timur yakni meliputi jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar. Nantinya, area tersebut akan dibuat sama seperti Rasuna Said sisi Barat yang sudah lebih dulu rapi.

“Sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya, akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur; jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata. Nantinya hilang (pemisahnya). Sama seperti di sisi barat-nya,” jelasnya.

Setelah jalan bekas tiang monorel tersebut dihilangkan, nantinya kedua jalur tersebut akan menyatu. Dengan demikian, nantinya jalur tersebut hanya ada satu jalur busway dan tiga jalur reguler.

“Jadi kalau mau lihat jadinya seperti apa, lihat ke jalan di sebelahnya,” ucap Heru.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |